bisnis

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim.

30 November 2018 16:53

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman telah membeli Pegasus 3, aplikasi penyadap telepon seluler, dari perusahaan Israel NSO Group. Transaksi ini berlangsung sebelum anak Raja Salman itu mulai menangkapi para pembangkang pada September tahun lalu.

Perwakilan dari NSO Group, berkantor di Herzliya, menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat Arab Saudi di Ibu Kota Wina, Austria, seperti dilansir Haaretz Ahad lalu.

Rahasia ini terungkap setelah seorang pebisnis Eropa, mengklaim menjadi penghubung antara Arab Saudi dengan NSO Group, mengajukan gugatan lantaran tidak memperoleh komisi dari penjualan Pegasus 3 kepada negara Kabah itu.

Citizen Lab, lembaga nirlaba asal Kanada, menyoroti NSO Group karena menjual aplikasi penyadap telepon seluler buatannya kepada negara-negara kediktatoran, dipakai penguasa untuk melacar para pembangkang.

Haaretz mengungkapkan perusahaan mata-mata digital Israel tahun lalu beberapa kali bertemu para pejabat Arab Saudi di sejumlah lokasi di Eropa, buat membahas penjualan beragam teknologi penyadap.

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim. Di pertemuan lain, NSO Group menunjukkan bagaimana cara mengambil alih kontrol iPhone merek gterbaru hanya dengan mengetahui nomor telepon seluler sang pengguna.

Para pejabat Arab Saudi pernah ingin membawa seorang pengusaha Israel ke Riyadh, untuk merundingkan teknologi pertahanan. Pebisnis Israel itu beroperasi di Siprus dan terlibat dalam negosiasi dengan NSO Group.

Namun Kementerian Pertahanan Israel tidak mengizinkan. Alhasil, pengusaha Israel itu menyewa sebuah jet pribadi dan terbang ke Riyadh bareng Shalev Hulio, pendiri NSO Group, menghadiri pertemuan selama tiga hari pada Juni 2017.

Dalam pertemuan itulah, NSO Group menyetujui penjualan Pegasus 3 kepada Bin Salman.

NSO Group di masa lalu menekankan pihaknya menjual aplikasi penyadap telepon seluler kepada klien-kliennya dengan syarat dipaai hanya untuk menghadapi kejahatan dan terorisme.

Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan, pemilik Manchester City. (Luxatic)

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Mantan CEO Siemens Klaus Klienfeld akan menjabat penasihat bagi Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mulai 1 Agustus 2018. Kleinfeld kini menjabat CEO Neom. (Flickr)

Mantan CEO Siemens ditunjuk jadi penasihat putera mahkota Arab Saudi

Proyek pembangunan Neom, kota dan kawasan industri raksasa, membutuhkan investasi sebesar US$ 500 miliar.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR