bisnis

Raja Salman lanjutkan program bantuan uang tunai bagi warganya

Program itu berlangsung sejak 1 Januari 2018. Tahun ini menghabiskan anggaran US$ 13,3 miliar.

20 Desember 2018 09:45

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Selasa lalu memutuskan untuk melanjutkan program bantuan uang tunai buat tahun depan.

Bantuan fulus bulanan ini diberikan kepada pegawai negeri, personel militer, pensiunan, dan mahasiswa. Program bantuan uang tunai dimulai sejak Januari 2018 itu untuk meringankan beban hidup masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar kendaraan bermotor dan penerapan VAT (pajak pertambahan nilai).

Seperti tahun ini, pegawai negeri dan aparat keamanan tahun depan bakal menerima bantuan fulus seribu riyal saban bulan. Sedangkan pensiunan dan penerima asuransi sosial mendapat jatah 500 riyal per bulan.

Warga Saudi penerima jaminan sosial diberikan 500 riyal tiap bulan, sedangkan bantuan bagi mahasiswa naik sepuluh persen.

Program bantuan uang tunai tahun ini menghabiskan anggaran 50 miliar riyal atau US$ 13,3 miliar.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Raja Salman tunjuk anaknya jadi menteri energi

Tiga anak Raja Salman sudah masuk kabinet.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Saudi Gazette)

Pegawai negeri dan tentara Saudi dapat hibah seribu riyal buat atasi beban hidup

Raja Salman juga memutuskan memberi bonus lima ribu riyal kepada semua tentara bertugas di perbatasan Yaman.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Raja Salman hidupkan lagi tunjangan dan bonus bagi pegawai negeri

Pembayarannya diakumulasi dan berlaku surut.





comments powered by Disqus