bisnis

Pesawat Kenya tujuan Israel dilarang lintasi wilayah udara Sudan

Basyir menolak membina hubungan diplomatik dengan Israel.

07 Januari 2019 09:18

Presiden Sudan Umar al-Basyir Sabtu lalu bilang negaranya menolak membolehkan pesawat Kenya Airways tujuan Israel melewati wilayah udara Sudan.

Kebijakan itu dia sampaikan dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi lokal, untuk menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pemimpin dari Partai Likud itu mengklaim pesawat penumpang Israel tujuan Amerika Selatan diizinkan melewati wilayah udara Sudan.

November tahun lalu, Netanyahu bilang dirinya sedang berupaya membangun hubungan diplomatik dengan Sudan.

Basyir Kamis lalu mengungkapkan teman Amerikanya menyarankan agar Sudan membina hubungan baik dengan Israel buat memperbaiki kondisi negaranya. Namun Basyir menolak gagasan ini.

Khartum menuding Israel mendalangi protes antipemerintah meletup di Sudan sejak bulan lalu.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait proyeksikan defisit US$ 25 miliar untuk anggaran belanja mendatang

Rencana anggaran ini disusun berdasarkan asumsi harga minyak dunia US$ 55 per barel.

Revolusi di Sudan menuntut Presiden Umar al-Basyir mundur meletup sejak 19 Desember 2018. (Twitter)

Khartum izinkan pesawat Israel membawa Netanyahu lintasi Sudan Selatan

Israel memang bersahabat dengan Sudan Selatan, namun wilayah udaranya masih di bawah kontrol Sudan, tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar berencana naikkan investasi di Amerika jadi US$ 45 miliar

Investasi QIA di Amerika saat ini berjumlah US$ 30 miliar.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.





comments powered by Disqus