bisnis

Israel ekspor ganja obat mulai tahun ini

Sebanyak 780 petani sudah mendapat izin untuk membuka ladang ganja dan lima petani lainnya telah dibolehkan memanen ganja di lahan seluas 8,9 hektare

27 Januari 2019 23:45

Kabinet Israel hari ini menyetujui rencana pemerintah untuk mengekspor ganja obat.

Dalam keterangan tertulis, kabinet menyatakan keputusan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah manufaktur, investasi di bidang pertanian, riset dan produksi, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor terkait.

Kebijakan ini dapat menyebabkan stok ganja obat meningkat, namun ekspor baru bisa dilakukan setelah prosedur birokrasi rampung tahun ini.

Menteri Pertanian Israel Uri Ariel bilang hari ini merupakan momen bersejarah. "Dengan persetujuan atas ekspor ganja obat, sebuah departemen baru bakal dibuka bagi para petani Israel, sehingga akan memperkuat keseluruhan pertanian, menciptakan kombinasi antara agromedis dan teknologi tinggi," katanya melalui Twitter.

Dia menambahkan pihaknya sudah mengakui ganja obat sebagai produk pertanian sah secara hukum dan 780 petani sudah mendapat izin untuk membuka ladang ganja. Sebanyak lima petani lainnya telah dibolehkan memanen ganja di lahan seluas 8,9 hektare dan 18 petani lainnya dalam tahap akhir menuju proses penanaman ganja.

Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked mengatakan ekspor ganja obat ini mestinya sudah bisa dilakukan tahun lalu.

Israel akan bergabung dengan Belanda dan Kanada mengizinkan ekspor ganja obat.

Saul Kaye, CEO iCAN, perusahaan Israel memproduksi ganja obat, menjelaskan dalam lima tahun ke depan pasar ganja obat dunia akan senilai US$ 33 miliar. "Israel sendiri akan memperoleh US$ 1 miliar dalam penjualan ganja obat ke negara-negara tertarik dengan produk kami," ujarnya.  

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA tahun depan berlakukan cukai atas minuman mengandung gula dan rokok elektrik

UEA sudah menerapkan cukai atas produk merusak kesehatan dan lingkungan sejak 2017.

Bangunan terjangkung sejagat Burj Khalifah, berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Tarif beriklan di dinding luar Burj Khalifah minimum Rp 970 juta

Huawei dan Walt Disney pernah beriklan di dinding luar Burj Khalifah.

Konglomerat Dubai, Khalaf al-Habtur. (Gulf Business)

Konglomerat Dubai minta larangan penggunaan Skype di UEA dicabut

Al-Habtur September tahun lalu juga mendesak larangan pemakaian telepon WhatsApp di UEA dicabut.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco raup pendapatan bersih Rp 668 triliun di semester pertama tahun ini

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pernah bilang IPO Aramco akan dilakukan paling lambat tahun depan atau awal 2021.





comments powered by Disqus