bisnis

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

12 Februari 2019 20:29

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih bilang kepada the Financial Times, produksi minyak negaranya akan turun menjadi 9,8 juta barel per hari.

Angka produksi bulan depan itu bakal lebih rendah 1,2 juta barel tiap hari ketimbang produksi pada November tahun lalu. Dia menambahkan volume ekspor minyak negara Kabah itu bulan depan juga bakal diturunkan menjadi 6,9 juta barel sehari.

Al-Falih meyakini harga minyak mentah global akan kembali membaik. Menurut dia, Saudi Aramco akan membangun bisnis eksplorasi dan produksi di luar negeri. "Kami tidak akan lagi berfokus di dalam negeri dan bakal memusatkan perhatian hanya menghasilkan uang dari sumber-sumber daya kami," katanya.

Saudi, lanjutnya, akan menciptakan bisnis gas secara global.

 

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Jumlah cadangan minyak Arab Saudi 268,5 miliar barel

Saudi memiliki cadangan gas sebesar 325,1 triliun kaki kubik

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

Arab Saudi targetkan pendapatan US$ 64 miliar dari sektor tambang pada 2030

Nilai cadangan sumber daya mineral Arab Saudi lebih dari US$ 1 triliun.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.





comments powered by Disqus