bisnis

KFC akan buka cabang di Israel

KFC pernah memiliki gerai di Israel pada 1980-an, 1990-an, dan selama 2003-2012.

28 Februari 2019 10:07

Jaringan makanan cepat saji asal Amerika Serikat, Kentucky Fried Chicken (KFC) berencana membuka gerai di Israel, seperti dilansir surat kabar bisnis Globes.

Perusahaan ini enam bulan lalu mengumumkan akan membuka cabang di negara Zionis itu untuk keempat kali.

KFC pernah memiliki gerai di Israel pada 1980-an, 1990-an, dan selama 2003-2012.

Pemilik waralaba KFC di Israel, Udi Shamai, bilang setelah mengganti dengan ayam dipotong secara halal (kosher dalam bahasa Ibrani) penjualan turun.

"Ketika beralih ke ayam kosher, penjualan anjlok dan secara ekonomi tidak menguntungkan," kata Shamai kepada Globes. "Rasanya menjadi kurang enak ketimbang saat memakai ayam tidak kosher (dipasok KFC)."

KFC saat ini memiliki 45 ribu gerai di 135 negara, termasuk di enam cabang di tiga kota di Tepi Barat, Palestina.

 

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Gerai GraPARI kedua di Kota Madinah, Arab Saudi, diresmikan pada 18 Maret 2019. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

Telkomsel buka GraPARI kedua di Madinah

Di sela peresmian, diperkenalkan pula aplikasi Haji Pintar kini telah dilengkapi dengan fitur tombol panik sesuai usulan KJRI Jeddah tahun lalu.

The Bod 2, mesin cetak dimensi terbesar di dunia bikinan perusahaan asal Denmark, Cobod International. (Cobod)

Perusahaan Arab Saudi beli mesin cetak 3D terbesar sejagat

The Bod 2 itu dapat menghasilkan bangunan berukuran 12x27x9 meter dan bangunan tiga lantai seluas 300 meter persegi tiap lantainya.

Pesawat Flydubai saat akan mendarat. (You Tube)

Tiga negara Arab Teluk larang Boeing 737 MAX 8 untuk terbang

Pesawat jenis serupa milik Ethiopian Airlines jatuh pada Ahad pekan lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

22 Maret 2019

TERSOHOR