bisnis

Telkomsel buka GraPARI kedua di Madinah

Di sela peresmian, diperkenalkan pula aplikasi Haji Pintar kini telah dilengkapi dengan fitur tombol panik sesuai usulan KJRI Jeddah tahun lalu.

22 Maret 2019 08:05

Telkomsel kembali tingkatkan kapasitas layanan di Arab Saudi dengan menambah gerai layanan GraPARI di Kta Madinah. Gerai itu bertempat di Hotel Millennium Taibah Madinah.

Peresmian gerai kedua Senin lalu itu dihadiri oleh Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Mohamad Hery Saripudin, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli, Presiden Direktur Telkomsel Ririek Adriansyah, pemilik PT Kuwais Internasional dan Kuwais, dan ketua Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Cabang Madinah.

Dalam sambutannya, Mohamad Hery Saripudin berharap gerai baru diresmikan ini tidak berorientasi pada keuntungan semata, melainkan menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan layanan Telkomsel bagi masyarakat Indonesia berkunjung ke Arab Saudi, khususnya jamaah haji dan umrah. "Kami berharap hadirnya GraPARI Madinah 2 ini dapat menjawab tingginya animo masyarakat terhadap kebutuhan layanan Telkomsel di Arab Saudi," katanya dalam siaran pers KJRI Jeddah diterima Albalad.co kemarin.

Hery menambahkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah berkomitmen mendukung perusahaan-perusahaan dari Indonesia berminat melebarkan usahanya ke Arab Saudi.

Selain dua gerai di Madinah, GraPARI juga sudah memiliki gerai di Makkah.

Pelaksana Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah Bachtiar mengatakan peresmian gerai kedua GraPARI di Madinah menandakan layanan jasa komunikasi di Arab Saudi masih terbuka lebar. Hal ini seiring dengan bertambahnya jumlah jamaah umrah dari Indonesia, tahun lalu lebih dari satu juta orang.

Sejauh ini hanya Telkomsel mencoba penetrasi ke pasar jasa telekomunikasi Arab Saudi. Perusahaan pelat merah saat ini memiliki jumlah pelanggan terbesar di tanah air, yaitu 157,4 juta, menawarkan paket telepon dan data dengan harga khusus selama musim haji.

Di sela peresmian, diperkenalkan pula aplikasi Haji Pintar kini telah dilengkapi dengan fitur tombol panik sesuai usulan KJRI Jeddah tahun lalu. Fitur ini memberikan kemudahan bagi jamaah untuk meminta bantuan atau layanan. Jamaah cukup menekan ikon bulat berwarna merah pada aplikasi itu, secara otomatis akan tersambung dengan petugas haji.

Pramugari Emirates Airline. (@emirates/Twitter)

Emirates sudah kembalikan uang tiket calon penumpang sebesar Rp 7,2 triliun

Masih ada lebih dari setengah juta calon penumpang Emirates minta dikembalikan duit tiketnya.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates berhentikan lagi staf dan pilotnya

Di awal bulan lalu, Emirates dikabarkan memecat lebih dari seribu pekerjanya, termasuk 700 awak kabin dan 600 pilot.

Peta Arab Saudi. (Arab News)

Arab Saudi berminat beli persenjataan dari Israel

Meski tidak memiliki hubungan diplomatik, sudah bekerjasama dalam bidang keamanan dan intelijen untuk menghadapi pengaruh Iran di Timur Tengah.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Penumpang Emirates dari 12 negara harus membawa sertifikat bebas Covid-19

Ke-12 negara itu adalah Afghanistan, Bangladesh, Mesir, India, Iran, Nigeria, Pakistan, Filipina, Rusia, Sudan, Tanzania, dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat.





comments powered by Disqus