bisnis

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

31 Maret 2019 17:45

Standard & Poor Global Ratings memperkirakan Arab Saudi bakal bebas dari defisit pada 2023.

S&P memprediksi negara Kabah itu akan mengalami defisit rata-rata 7,5 persen dari produk domestik bruto selama tahun ini hingga 2022.

Lembaga pemeringkatan internasional ini menjelaskan anggaran Arab Saudi akan seimbang kalau harga minyak mentah dunia terus naik. "Jika harga minyak mengingkat, ini bakal segera menaikkan posisi fiskal Arab Saudi seperti terjadi di 2018," kata S&P.

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi diprediksi alami defisit 4,6 persen dari PDB

Secara empat tahun belakangan, 2015-2018, Arab Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bebas dari defisit pada 2023

prediksi defisit tahun depan sebesar 195 miliar riyal (US$ 52 miliar),





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

04 April 2019

TERSOHOR