bisnis

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

02 April 2019 10:55

Saudi Aramco tahun lalu. menjadi perusahaan paling untung sejagat.

Lembaga pemeringkatan Fitch Ratings menyebutkan perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Arab Saudi itu meraup pendapatan kotor US$ 224 miliar atau setara Rp 3.190 triliun sebelum dipotong bunga, pajak, dan depresiasi. 

Ini kali pertama neraca keuangan Aramco dibuka di publik. Hal itu diperlukan lantaran Aramco berencana menerbitkan obligasi internasional, diperkirakan senilai US$ 10 miliar. 

Menurut lembaga pemeringkatan Moody's, Aramco memperoleh untung bersih US$ 111 miliar (Rp 1.581 triliun). Laba bersih Aramco ini jauh di atas keuntungan diraih Apple (US$ 60 miliar), pendapatan bersih Royal Dutch Shell (US$ 23 miliar), dan pendapatan Exxon Mobil (US$ 21 miliar). 

Moody's bilang Aramco tahun lalu meraih pendapatan kotor US$ 355,9 miliar dengan produksi 10,3 juta barel sehari. 

Tahun lalu, kata Moody's, Aramco membagikan dividen US$ 58,2 miliar dan US$ 50,4 miliar pada 2017. Namun tidak jelas bagaimana dividen itu dibagikan di kalangan keluarga kerajaan. 

Fitch menjelaskan 70 persen dari total pendapatan Arab Saudi selama 2015-2017 berasal dari pendapatan Aramco. 

Untuk mengantisipasi rencana Aramco melakukan IPO (penjualan saham perdana), pemerintah Arab Saudi sudah mengurangi pajak dikenakan terhadap Aramco dati 85 persen menjadi 50 persen. 

Buat pertama kali pula, Fitch memberikan rating A+ bagi Aramco dan A1 versi Moody's. 

 

 

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan bikin pompa bensin

Aramco membatalkan rencana IPO sebesar lima persen, tadinya dijadwalkan di semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Aramco batalkan rencana IPO

Pangeran Muhammad menjelaskan IPO itu tadinya direncanakan pada semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hampir pasti batal

Para pejabat Saudi mengatakan IPO dalam jumlah besar di New York, London, atau Hong Kong akan memicu risiko hukum terlalu banyak.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

04 April 2019

TERSOHOR