bisnis

Arab Saudi akan beri visa tanpa batas waktu bagi investor dan pengusaha asing

Uni Emirat Arab sudah mulai memberlakukan visa lima tahun bagi investor asing sejak kemarin.

10 Mei 2019 05:21

Pemerintah Arab Saudi berencana memberikan visa berlaku setahun dan tanpa batas waktu kepada ekspatriat dengan keahlian tinggi, pengusaha, dan investor asing. 

Kebijakan itu bakal diambil setelah Dewan Syura kemarin mengesahkan undang-undang membolehkan warga asing - ekspatriat dengan keahlian tinggi, pengusaha, dan investor - untuk tinggal dan bekerja di Arab Saudi tanpa sponsor atau majikan.

Ada dua jenis visa bakal diberikan: tanpa batas waktu dan berlaku satu tahun serta harus diperbarui. Warga asing dapat memperoleh visa istimewa ini harus memenuhi beragam syarat, termasuk paspor masih berlaku, laporan kredit bagus, catatan medis, dan tidak pernah terlibat kejahatan.

Pemegang visa istimewa itu nantinya akan memperoleh sejumlah keuntungan, seperti dapat merekrut pekerja dan boleh memiliki rumah dan kendaraan. Mereka juga dapat mengeluarkan visa bagi anggota kerabat lainnya.

Beleid baru ini disetujui 76 anggota Dewan Syura, sedangkan 55 lainnya menolak. Namun belum diketahui kapan undang-undang itu mulai dilaksanakan.

Uni Emirat Arab sudah mulai memberlakukan visa lima tahun bagi investor asing sejak kemarin.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus