bisnis

Libya hentikan operasi 40 perusahaan asing

40 perussahaan asing ini diberi waktu tiga bulan untuk mengajukan izin baru.

11 Mei 2019 18:43

Seorang pejabat pemerntah Libya bilang pemerintahnya telah menghentikan operasi 40 perusahaan asing, termasuk Total - perusahaan minyak dan gas asal Prancis.

Langkah ini diyakini lantaran Presiden Prancis Emmanuel Macron segan memberikan sokongan secara terbuka saat Perdana Menteri Libya Fayiz as-Sarraj menemui dia di Paris pekan ini. Fayiz memang membutuhkan dukungan Barat untuk mempertahankan Ibu Kota Tripoli dari gempuran pemerintahan rival di Tobruk, dipimpin jenderal Khalaf Haftar.

Total merupakan pemain utama dalam industri perminyakan di Libya. Perusahaan ini menghasilkan lebih dari satu juta barel sehari. Pada 2023, Total menargetkan dapat memproduksi 2,1 juta barel minyak per hari.

Menteri Ekonomi Libya Ali Abdul Aziz Issawi menjelaskan 40 perusahaan asing itu, termasuk perusahaan ruang angkasa Thales dan perusahaan telekmunikasi Alcatel, memang sudah habis izin operasinya. Dia menambahkan 40 perussahaan asing ini diberi waktu tiga bulan untuk mengajukan izin baru.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus