bisnis

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.

06 Juli 2019 14:34

Parlemen Kuwait Rabu lalu mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2019/2020 dengan proyeksi defisit US$ 22 miliar atau sekitar Rp 310 triliun. 

Tahun anggaran di Kuwait berjalan selama 1 April hingga 1 Maret. 

Prediksi defisit Rp 310 triliun ini setara dengan 15 persen dari total produksi domestik bruto Kuwait. Ini tahun anggaran kelima berurutan dimana anggaran mengalami defisit, setelah harga minyak mentah global melorot sejak pertengahan 2014.

APBN Kuwait ini memprediksi pendapatan negara sebesar US$ 51,8 miliar dan belanja senilai US$ 73,8 miliar. Menurut Ketua Komite Anggaran Adnan Abdussamad, APBN 2019/2020 itu dirumuskan dengan asumsi harga minyak dunia US$ 55 per barel. 

Pendapatan dari sektor minyak diperkirakan US$ 45,4 miliar atau 88 persen dari total proyeksi pendapatan negara.

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah US$ 600 miliar (Rp 8.450 triliun).

 

 

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Penurunan cadangan devisa Saudi tercepat dalam 19 tahun

Saudi memproyeksikan defisit US$ 50 miliar tahun ini atau 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi ketimbang defisit tahun lalu sebesar US$ 35 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.





comments powered by Disqus