bisnis

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

14 Juli 2019 00:13

IMF (Dana Moneter Internasional) mendesak Oman segera memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai untuk memulihkan pertumbuhan ekonominya, anjlok setelah harga minyak mentah global melorot pada 2014.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menjadi dua negara Arab Teluk pertama menerapkan VAT sejak 1 Januari 2018. Bahrain menyusul setahun kemudian. Kini tinggal Oman, Kuwait, dan Qatar belum memberlakukan VAT sesuai kesepakatan dicapai GCC (Dewan Kerjasama Teluk).

IMF bilang sejak harga minyak dunia jatuh, kebijakan ekonomi diambil Oman bertujun memperkuat posisi fiskal, memajukan sektor swasta dan mendorong diversifikasi sumber pendapatan negara.

Upaya itu, menurut IMF telah mampu menurunkan defisit ke angka sembilan persen tahun lalu dari 13,9 persen pada 2017.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait defisit Rp 154 triliun

Pengeluaran untuk gaji pegawai negeri dan subsidi meliputi 75 persen dari total anggaran belanja negara.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus