bisnis

UEA tahun depan berlakukan cukai atas minuman mengandung gula dan rokok elektrik

UEA sudah menerapkan cukai atas produk merusak kesehatan dan lingkungan sejak 2017.

21 Agustus 2019 05:39

Kabinet Uni Emirat Arab (UEA) kemarin memutuskan akan memberlakukan cukai terhadap minuman mengandung gula atau pemanis lainnya dan rokok elektrik mulai 1 Januari 2020, seperti dilansir kantor berita resmi WAM. .

Melalui keterangan tertulis, Sekretariat Kabinet menyebutkan cukai sebesar 50 persen bakal dikenakan atas minuman mengandung gula atau pemanis lainnya. Sedangkan rokok elektrik, mengandu nikottin atau tidak, cairan dipakai untuk rokok elektrik, bakal dikenakan cukai seratus persen.

Melalui keterangan tertulis, Sekretariat Kabinet menyebutkan kebijakan itu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit kronis akibat mengkonsumsi minuman tidak sehat serta tembakau. "Keputusan ini untuk mengurangi konsumsi prduk merusak kesehatan dan lingkungan."

Pada 2017, UEA mulai menerapkan cukai terhadap barang-barang konsumsi tidak menyehatkan bagi manusia dan lingkungan.

 

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus