bisnis

Sudan butuh Rp 113,7 triliun buat pulihkan ekonomi

Hamduk juga sudah berbicara dengan Amerika Serikat buat meminta Sudan dihapus dari daftar negara penyokong terorisme.

26 Agustus 2019 05:34

Perdana Menteri Sudan Abdallah Hamduk Sabtu lalu bilang negaranya membutuhkan bantuan asing sebesar US$ 8 miliar (Rp 113,7 triliun) untuk membiayai impor dan memulihkan perekonomian remuk akibat krisis politik berbulan-bulan.

Hamduk, disumpah menjadi perdana menteri sekaligus ketua badan transisi Rabu pekan lalu, menambahkan negaranya juga hingga US$ 2 miliar untuk cadangan devisa tiga bulan ke depan supaya nilai tukar pound Sudan tidak jatuh.

Ahli ekonomi pernah bekerja di UNECA (Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afrika) ini mengatakan dirinya sudah mengadakan pembicaraan dengan IMF (Dana Moenter Internasional) dan Bank Dunia, membahas restrukturisasi utang Sudan. Hamduk juga sudah mendekati negara-negara sahabat dan lembaga-lembaga pendanaan buat meminta bantuan.

"Kami sedang berkomunikasi untuk mencapai hal ini," katanya. "Cadangan devisa di bank sentral lemah dan sangat rendah."

Hamduk juga sudah berbicara dengan Amerika Serikat buat meminta Sudan dihapus dari daftar negara penyokong terorisme. Khartum sudah masuk dalam daftar hitam itu sejak 1993 sehingga terisolasi dari sistem keuangan internasional.

Persoalan ekonomi membekap Sudan setelah negara ini kehilangan sumber minyaknya akibat kemerdekaan Sudan Selatan pada 2011. Sudan sudah beberapa kali mendevaluasi mata uang poundnya. Saat ini, US$ 1 sama dengan 65 pound Sudan di pasar gelap dan 45 pound di pasar resmi.

Kelangkaan makanan, bahan bakar, dan anjloknya nilai tukar telah memicu kemarahan rakyat Sudan sehingga berdemonstrasi sejak Desember tahun lalu. Prtes besar-besaran itu akhirnya menumbangkan Presiden Umar al-Basyir dari tampuk kekuasaan pada April tahun ini.

Namun krisis politik berlanjut lantaran terjadi perebutan kekuasaan antara sipil dan militer. Baru pekan lalu, dewan transisi akan memerintah selama tiga tahun - untuk mempersiapkan pemilihan umum - terbentuk.

 

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus