bisnis

Menteri Retno resmikan Migas Corner pertama di KBRI Kuwait

Migas Corner juga akan dibuat di Kedutaan Indonesia lainnya.

02 September 2019 22:55

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kemarin meresmikan Migas Corner pertama di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Kuwiat City, Kuwait. Migas Corner ini merupakan bentuk kolaborasi dan inisitiatif baru digagas oleh KBRI Kuwait dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

"Migas Corner akan memudahkan investor di sektor minyak dan gas untuk mengetahui potensi eksplorasi minyak dan gas dari Sabang sampai Merauke tanpa harus ke Indonesia," kata Retno, dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri diterima Albalad.co hari ini. Hadir dalam peresmian Migas Corner, CEO KUFPEC (Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company) Syekh Nawaf as-Sabah dan beberapa investor serta pelaku usaha di bidang minyak serta gas di Kuwait.

Migas Corner itu dilengkapi koleksi literatur dan informasi terkini mengenai industri hulu sektor minyak dan gas di Indonesia, potensi sumber daya dimiliki, serta profil pelaku usaha terkait industri minyak dan gas di Indonesia. Keberadaan Migas Corner ini akan memberikan informasi secara rinci kepada para pemangku kepentingan bisnis minyak dan gas di Kuwait mengenai berbagai perkembangan industri hulu minyak dan gas di Indonesia.

"Migas Corner di KBRI Kuwait adalah pertama dan kita tidak akan berhenti," ujar Retno. "Migas Corner juga akan dibuat di Perwakilan RI di seluruh dunia, khususnya di negara memiliki potensi besar kerja sama di sektor minyak dan gas."

Peluncuran Migas Corner di KBRI Kuwait ini dilakukan sebelum digelarnya pertemuan Sidang Komisi Pertama RI-Kuwait hari ini, dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Kuwait Syekh Sabah Khalid al-Hamad as-Sabah.

Indonesia saat ini fokus mengeksplorasi sepuluh titik utama di Indonesia, tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan dengan total sumber daya minyak dan gas terevaluasi adalah sekitar 10 miliar setara barel minyak bumi.

Kuwait adalah salah satu mitra energi pertama dan terbesar di Indonesia, dengan nilai impor minyak dan gas dari Kuwait mencapai US$ 214 juta tahun lalu. Nilai perdagangan kedua negara mencapai lebih dari US$ 403 juta pada 2018. KUFPEC, perusahaan minyak milik Kuwait, telah menjadi mitra Indonesia dalam mengeksplorasi potensi minyak dan gas di Indonesia sejak 1980-an.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus