bisnis

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

18 September 2019 06:39

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman kemarin bilang produksi minyak negara Kabah itu akan kembali normal akhir bulan ini, setelah Sabtu pekan lalu dua fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang.

Dalam jumpa pers di Kota Jeddah, juga dihadiri Chairman Aramco Yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir, Pangeran Abdul Aziz menjelaskan produksi minyak Saudi akan mencapai sebelas juta barel sehari pada akhir September dan 12 juta barel per hari di akhir November.

Meski begitu, Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari. Agar pasokan minyak ke negara-negara konsumen tetap normal Saudi bakal memakai cadangan minyaknya mencapai 60 juta barel.

Dia menambahkan penghentian produksi minyak sebesar 5,7 juta barel atau lima persen dari pasokan global juga berdampak pada pasar minyak global. "Bahkan konsumen tidak membeli minyak dari Saudi juga terdampak," kata Pangeran Abdul Aziz.

Chairman Aramco Yasir ar-Rumayyan mengatakan negaranya berkomitmen melaksanakan IPO (penjualan saham perdana) Aramco dalam 12 bulan. Dia menekankan serangan terhadap fasilitas Aramco di Abqqaiq dan Khurais tidak mempengaruhi persiapan buat IPO.

Saudi berencana melepas lima persen saham Aramco di Bursa Arab Saudi (Tadawul) dan satu bursa internasional. Para pejabat Saudi meyakini bisa meraup dana sekitar US$ 100 miliar dari IPO.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi akan kurangi lagi produksi minyaknya satu juta barel mulai bulan depan

Mulai bulan depan, produksi minyak Saudi menjadi 7,492 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas produksi lebih dari 12 juta barel saban hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Perusahaan petrokimia terbesar Saudi rugi Rp 3,8 triliun di kuartal pertama 2020

Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai Rp 1.042,5 triliun tahun lalu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bikin sejarah, Arab Saudi produksi lebih dari 12 juta barel minyak sehari

Dalam rekaman video pendek, Aramco memperlihatkan 18,8 juta barel minyak tengah dimasukkan ke dalam 15 kapal tanker untuk ekspor.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Arab Saudi miliki cadangan minyak 260 miliar barel

Aramco tahun lalu menghasilkan rata-rata 10,5 juta barel minyak sehari.





comments powered by Disqus