bisnis

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

11 Oktober 2019 11:35

Arab Saudi rugi US$ 2 miliar (kini setara Rp 28,3 triliun) setelah dua fasilitas milik perusahaan minyak dan gasnya, Saudi Aramco, di Abqaiq serta Khurais, diserang bulan lalu, seperti dilansir surat kabar the FinancialTimes.

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. Angka ini sama dengan setengah produksi Aramco atau lima persen dari total produksi minyak global. 

Hasil penyelidikan Saudi menyebutkan serangan menggunakan peluru kendali dan pesawat nirawak  itu dilakukan Iran. Meski begitu, dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi CBS bulan lalu, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman tidak mau berperang dengan Iran karena akan merobohkan ekonomi global. 

Teheran membantah mendalangi serangan ke Aramco. 

Gegara kejadian itu, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat lagi. Tapi Washington DC memilih mencari penyelesaian damai. 

Serangan atas dua fasilitas Aramco ini terjadi saat eksportir minyak terbesar dunia sedang mempersiapkan IPO (penjualan saham perdana).  

 

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus