bisnis

Indonesia dan Maroko sepakat perkuat kerjasama ekonomi

Menurut Retno, pada 2017 nilai industri halal sebesar US$ 2,1 triliun dan diperkirakan akan mencapai US$ 3 triliun pada 2023.

29 Oktober 2019 01:24

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kemarin menerima lawatan Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burithah di kantornya di Jakarta. Keduanya menggelar pertemuan tertutup sekitar sejam membahas kerjasama bilateral serta isu regional dan global.

Dalam jumpa pers bersama sehabis pertemuan, Retno mengatakan Maroko adalah sahabat lama dan merupakan mitra penting bagi Indonesia di kawasan Afrika Utara. Dia mengingatkan tahun depan menandai 60 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.

Dia menambahkan dirinya dan Burithah membahas prioritas kerjasama kedua negara ke depan, terutama di bidang ekonomi. Karena itulah, dua dari empat nota kesepahaman ditandatangani hari ini terkait dengan memajukan kerjasama ekonomi, yaitu di bidang perikanan dan perindustrian.

"Mengenai penguatan kerjasama ekonomi, dalam pertemuan saya menyampaikan beberapa hal. Pertama, penting untuk segera dilakukan negosiasi PTA (Preferential Trade Agreement) antara kedua negara dan kita harapkan negosiasi tersebut dapat dimulai sebelum akhir tahun ini," kata Retno. "Dengan PTA, maka hambatan tarif perdagangan dapat dihilangkan."

Selain itu, Retno menyampaikan kepada Burithah mengenai kesiapan Indonesia untuk memperluas akses pasar manufaktur unggulan memiliki potensi pasar cukup besar di Maroko, seperti tekstil, karet, sepatu, elektronik, perabotan rumah tangga, dan furnitur. Indonesia juga siap memasok minyak sawit, teh, dan kopi bagi kebutuhan dalam negeri Maroko.

Kedua menteri luar negeri juga membahas industri halal. Menurut Retno, pada 2017 nilai industri halal sebesar US$ 2,1 triliun dan diperkirakan akan mencapai US$ 3 triliun pada 2023. Dia mengundang Maroko ikut serta dalam Konferensi Halal digelar di Indonesia November tahun depan.

Retno dan Burithah juga membicarakan kerjasama di sektor vaksin dan farmasi. Dia kembali menyampaikan kesiapan Indonesia menyuplai kebutuhan vaksin dan farmasi bukan hanya di Maroko, tapi juga Afrika, Timur Tengah, dan Eropa. Indonesia siap pula terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur dan transportasi di negara Arab maghribi itu.

Indonesia juga mendorong agar terbentuk perusahaan patungan Indonesia dan Maroko di industri fosfat.

Dalam pertemuan dengan Burithah itu, Retno menegaskan lagi Indonesia ingin Timur Tengah menjadi kawasan damai, stabil, dan sejahtera. "Tidak akan ada perdamaian dunia jika tidak ada perdamaian di Timur Tengah," ujarnya. "Indonesia mengharapkan semua pihak berkontribusi dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah, khususnya melalui dialog."

Soal isu Sahara Barat, Indonesia terus mendorong semua pihak mengedepankan dialog dan mendukung proses diprakarsai Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencari solusi damai.

Retno juga menekankan solusi dua negara merupakan satu-satunya cara penyelesaian bagi konflik Palestina-Israel.

Indonesia menyampaikan pula betapa pentingnya peran Raja Muhammad dari Maroko dalam memperjuangkan kepentingan umat, terutama karena posisinya sebagai Presiden Komite Al-Quds asy-Syarif.

Indonesia dan Maroko juga sepakat untuk mempromosikan Islam moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin.

Pada kesempatan sama, Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burithah mengharapkan kemajuan hubungan bilateral dengan Indonesia. "Hubungan kita miliki mempunyai sisi humanis dan berdiri atas solidaritas untuk kebaikan masa depan kedua negaranya," tuturnya.

Dia menambahkan Maroko dan Indonesia mempunyai banyak kesamaan pandangan dalam menyikapi isu-isu kawasan dan dunia karena kedua negara menganut prinsip Islam moderat. Menurutnya, Maroko dan Indonesia memiliki modal baik dari sisi budaya untuk memerangi radikalisme dan terorisme.

Bertepatan dengan kunjungan Burithah ke Jakarta, Indonesia dan Maroko meneken empat nota kesepahaman di bidang perikanan, perindustrian, penanggulangan terorisme, dan pertukaran informasi intelijen keuangan terkait pencucian uang serta pendanaan terorisme.

 

Yordania menandatangani perjanjian pembelian air tambahan dari Israel sebanyak 50 juta meter kubik pada 12 Oktober 2021 di Ibu Kota Amman, Yordania. (Rafi Ben Hakun/GPO)

Yordania beli tambahan air sebanyak 50 juta meter kubik dari Israel

Sesuai kesepakatan, Israel tahun ini akan memasok seratus juta meter kubik air ke Yordania seharga US$ 65 sen per meter kubik.

Menteri Dalam Negeri Israel mengunjungi Masjid Syekh Zayid di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 5 Oktober 2021. (Twitter)

Perjanjian bebas visa antara UEA dan Israel berlaku mulai 10 Oktober

UEA dan Israel meneken perjanjian bebas visa Januari tahun ini.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saudi akan rampungkan proyek penambahan kapasitas produksi satu juta barel pada 2027

Aramco berencana memperluas bisnis perdagangan minyaknya menjadi delapan juta barel tiap hari dalam lima tahun mendatang.

Penerbangan perdana Egypt Air ke Tel Aviv mendarat di Bandar Udara Internasional Ben Gurion. (Israel Airports Authority)

Egypt Air mulai operasikan rute Kairo-Tel Aviv

Sejak 1980-an, rute itu dioperasikan oleh Air Sinai, merupakan anak usaha dari Egypt Air. Namun penerbangan Kairo-Tel Aviv terkesan dirahasiakan.





comments powered by Disqus