bisnis

Aramco raup pendapatan bersih Rp 951 triliun

Aramco tahun lalu memperoleh laba Rp 1.554 triliun dan Rp 656 triliun di semester pertama tahun ini.

03 November 2019 21:10

Saudi Aramco menjadi perusahaan paling menguntungkan sejagat. melalui keterangan tertulis hari ini, Aramco - pengekspor minyak terbesar di dunia - telah meraup pendapatan bersih US$ 68 miliar (kini setara Rp 951 triliun) dalam sembilan bulan pertama tahun ini atau hingga 30 September lalu.

Raihan ini dilansir bertepatan dengan pengumuman Aramco sudah memulai proses IPO (penjualan saham perdana). Untuk tahap awal, Aramco bakal melepas dua persen sahamnya di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul).

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, Aramco menggelontorkan US$ 23 miliar untuk belanja modal dan dana tunai tersedia US$ 59 miliar.

Aramco tahun lalu memperoleh laba US$ 111,1 miliar (Rp 1.554 triliun) dan US$ 46,9 miliar (Rp 656 triliun) di semester pertama tahun ini.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus