bisnis

Mulai besok, tarif VAT di Arab Saudi naik jadi 15 persen

Arab Saudi bareng UEA pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018.

30 Juni 2020 09:28

Tarif VAT (pajak pertambahan nilai) di Arab Saudi naik dari lima persen menjadi 15 persen mulai besok. 

Pengumuman kenaikan VAT ini diterbitkan pertengahan bulan lalu. Kebijakan ini diambil lantaran ekonomi lesu akibat pandemi virus corona Covid-19. 

Arab Saudi bareng Uni Emirat Arab (UEA) pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018. Langkah itu ditempuh untuk menambal defisit anggaran gegara harga minyak mentah global anjlok sedari pertengahan 2014. 

Tarif VAT sebesar 15 persen di Arab Saudi ini terbilang kecil ketimbang negara lain, seperti Hungaria (27 persen), Denmar, Nowegia, dan Swedia (25 persen), Finlandia, Yunani, dan Islandia (24 persen), Irlandia, Polandia, dan Portugal (23 persen), Italia dan Slovenia (22 persen), Belgia, Republik Ceko, Latvia, Lithuania, Belanda, dan Spanyol (21 persen), Austria, Estonia, Prancis, Slowakia, dan Inggris (20 persen), Cile dan Jerman (19 persen), Turki (18 persen), Israel dan Luksemburg (17 persen), Meksiko (16 persen), Selandia Baru (15 persen), Australia dan Korea Selatan (10 persen), Jepang (8 persen), Swiss (7,7 persen), serta Kanada (5 persen).

 

 

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.





comments powered by Disqus