bisnis

Krisis ekonomi paksa warga Libanon pakai sistem barter buat peroleh kebutuhan dasar

Kursi goyang bayi ditukar dengan susu formula, gaun pengantin dengan alat pengaduk adonan kue elektrik.

02 Juli 2020 08:40

Krisis ekonomi berkepanjangan memaksa warga Libanon menggunakan sistem barter untuk memperoleh sebagai kebutuhan dasar mereka. Sekarang ini bermunculan sejumlah grup Facebook menjadi sarana bagi masyarakat Libanon untuk melakukan barter barang keperluan hidup.

Dalam laman Facebook bernama Lebanon barters banyak barang diunggah di sana, seperti pakaian, untuk dibarter dengan deterjen pencuci pakaian atau makanan. Di kolom komentar, para pengguna membahas barang-barang apa saja bisa saling mereka tukar sesuai kebutuhan dan menentukan lokasi pertemuan untuk pertukaran item.

Banyak anggota dari grup Facebook Lebanon barters, lebih dari 12 ribu orang, mencari kebutuhan penting buat bayi dan anak-anak mereka, termasuk susu formula.

Seorang anggota Lebanon barters menawarkan kursi goyang bayi untuk ditukar dengan susu formula buat anak-anaknya. Yang lain ingin menukarkan gaun pengantinnya dengan alat pengaduk adonan kue elektrik.

Libanon sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak pecah perang saudara 1975-1990. Unjuk rasa meletup lagi Mei lalu setelah pemerintah mendevaluasi nilai mata uang pound Libanon dan dampak buruk dari pandemi virus corona Covid-19.

Nilai tukar pound terjun bebas sejak September tahun lalu. Saat ini US$ 1 setara 1.507 pound versi pemerintah atau anjlok 80 persen, namun di pasar gelap US$ 1 seharga hampir sembilan ribu pound.

Selain memakai sistem barter, warga Libanon juga mencari donasi buat memenuhi kebutuhan hidup. Salah satunya melalui situs penggalangan dana To Lebanon With Love. Di laman ini, para pengguna dapat mengunggah profil, kesulitan ekonomi, dan laman Facebook mereka buat memperoleh donasi.

Pemerintah Libanon memperkirakan 75 persen dari 6,89 juta penduduk Libanon sekarang ini membutuhkan bantuan kemanusiaan buat menyambung hidup.

Human Rights watch memperingatkan jutaan rakyat Libanon akan dibekap kelaparan kalau pemerintah gagal membuat kebijakan untuk mengurangi angka kemiskinan.

Kebangkrutan ekonomi Libanon dimulai akhir tahun lalu, ketika bank-bank mulai membatasi penarikan uang tunai sehingga jumlah uang beredar menurun. Di saat sama, demonstrasi besar-besaran meletup menuding wabah korupsi dan kesalahan mengelola negara sebagai penyebab krisis.

Gegara kesulitan anggaran, pemerintah Libanon Selasa lalu menaikkan harga roti bersubsidi menjadi dua ribu pound sepotong, dari sebelum krisis muncul Oktober tahun lalu senilai 1.500 pound. Satu potong roti bersubsidi merupakan makanan pokok rakyat Libanon ini beratnya 900 gram.

Libanon adalah satu satu negara dengan utang luar negeri terbanyak di dunia. Maret lalu, Beirut mengumumkan tidak mampu lagi membayar utang-utang mereka.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

75 ribu ekspatriat kehilangan izin tinggal di Kuwait

Kuwait hanya memperpanjang izin tinggal setahun saja bagi ekspatriat telah berumur di atas 60 tahun dan tidak memiliki gelar sarjana.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.

Pantai Umm Suqaim di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (timeoutdubai.com)

Pembangunan hotel tertinggi sejagat di Dubai sudah dimulai

Bangunan rancangan NORR ini bakal setinggi 365 meter dan memiliki 1.042 kamar, termasuk 150 suites, tempat observasi dan lobi untuk bersantai di lantai 81, serta sebuah Sky Terrace dilengkapi kolam renang Infinity, bar, dan dek observasi.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

75 ribu ekspatriat kehilangan izin tinggal di Kuwait

Kuwait hanya memperpanjang izin tinggal setahun saja bagi ekspatriat telah berumur di atas 60 tahun dan tidak memiliki gelar sarjana.

13 Agustus 2020

TERSOHOR