bisnis

Emirates berhentikan lagi staf dan pilotnya

Di awal bulan lalu, Emirates dikabarkan memecat lebih dari seribu pekerjanya, termasuk 700 awak kabin dan 600 pilot.

11 Juli 2020 04:14

Emirates Airline kembali memberhentikan staf dan pilotnya gegara kelesuan industri penerbangan akibat pandemi virus corona Covid-19.

Melalui keterangan tertulis kepada Arabian Business, seorang juru bicara Emirates menjelaskan kebijakan pengurangan karyawan ini lantaran operasional maskapai menurun. "Seperti perusahaan penerbangan lainnya, Covid-19 telah merugikan kami. Sebagai bisnis harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kami harus mengurangi jumlah karyawan karena operasional berkurang," katanya.

Dia menambahkan perlahan maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab, itu mulai melayani kembali penerbangan meski belum banyak rute dijangkau. Dia mengakui butuh waktu lebih panjang agar Emirates kembali melayani semua jalur penerbangannya seperti sebelum datang pandemi Covid-19.

Di awal bulan lalu, Emirates dikabarkan memecat lebih dari seribu pekerjanya, termasuk 700 awak kabin dan 600 pilot, kebanyakan bertugas di armada Airbus A380 atau sedang menjalani pelatihan.

Emirates Airline merupakan anak usaha dari the Emirates Group milik pemerintah Dubai. Dubentuk pada 1985, Emirates memiliki 259 pesawat dan melayani 157 kota di 80 negara.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Empat ribu warga Kuwait tidak bergaji mendaftar buat dapat bantuan fulus

Sebagian besar dari 1,4 juta warga Kuwait bekerja sebagai pegawai negeri. Hanya sepuluh persen menjadi karyawan swasta.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpose bareng anjing peliharaan keluarganya, Kaiya, di kediaman resminya di Yerusalem. (@netanyahu/Twitter)

Netanyahu luncurkan bantuan uang tunai bagi warga terdampak Covid-19

Warga Israel bekerja serabutan akan menerima bantuan fulus hingga Rp 31,2 juta.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

75 ribu ekspatriat kehilangan izin tinggal di Kuwait

Kuwait hanya memperpanjang izin tinggal setahun saja bagi ekspatriat telah berumur di atas 60 tahun dan tidak memiliki gelar sarjana.

13 Agustus 2020

TERSOHOR