bisnis

Emirates berhentikan lagi staf dan pilotnya

Di awal bulan lalu, Emirates dikabarkan memecat lebih dari seribu pekerjanya, termasuk 700 awak kabin dan 600 pilot.

10 Juli 2020 21:14

Emirates Airline kembali memberhentikan staf dan pilotnya gegara kelesuan industri penerbangan akibat pandemi virus corona Covid-19.

Melalui keterangan tertulis kepada Arabian Business, seorang juru bicara Emirates menjelaskan kebijakan pengurangan karyawan ini lantaran operasional maskapai menurun. "Seperti perusahaan penerbangan lainnya, Covid-19 telah merugikan kami. Sebagai bisnis harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kami harus mengurangi jumlah karyawan karena operasional berkurang," katanya.

Dia menambahkan perlahan maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab, itu mulai melayani kembali penerbangan meski belum banyak rute dijangkau. Dia mengakui butuh waktu lebih panjang agar Emirates kembali melayani semua jalur penerbangannya seperti sebelum datang pandemi Covid-19.

Di awal bulan lalu, Emirates dikabarkan memecat lebih dari seribu pekerjanya, termasuk 700 awak kabin dan 600 pilot, kebanyakan bertugas di armada Airbus A380 atau sedang menjalani pelatihan.

Emirates Airline merupakan anak usaha dari the Emirates Group milik pemerintah Dubai. Dubentuk pada 1985, Emirates memiliki 259 pesawat dan melayani 157 kota di 80 negara.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline. (Twitter/@emirates)

Emirates Airline rugi Rp 78,7 triliun karena pandemi Covid-19

Sebelum pandemi Covid-19, Emirates Airline mempekerjakan 60.033 staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu kru kabin. Sekarang jumlah karyawan Emirates melorot menjadi 40.801 orang.

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Saudi buka penerbangan internasional mulai 17 Mei

Arab Saudi menutup semua penerbangan internasional sejak 21 Desember tahun lalu.

Pesawat Etihad Airways, maskapai asal Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berencana membuka rute penerbangan ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Maret 2021. (Etihad Airways)

Pandemi Covid-19 sebabkan Etihad rugi Rp 24,3 triliun tahun lalu

Secara keseluruhan sejak 2016, Etihad rugi Rp 104,5 triliun.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.





comments powered by Disqus