bisnis

Emirates sudah kembalikan uang tiket calon penumpang sebesar Rp 7,2 triliun

Masih ada lebih dari setengah juta calon penumpang Emirates minta dikembalikan duit tiketnya.

10 Juli 2020 21:40

Dalam dua bulan terakhir, Mei dan Juni, Emirates Airline telah mengembalikan uang tiket sebesar US$ 500 juta (kini setara Rp 7,2 triliun) kepada hampir 650 ribu calonpenumpang membatalkan penerbangannya gegara pandemi virus corona Covid-19.

Maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab, itu menyebutkan rata-rata uang tiket dikembalikan per calon penumpang senilai US$ 789. Emirates mempercepat penanganan permintaan pengembalian uang tiket dari rata-rata 35 ribu per bulan menjadi 200 ribu.

Chief Commercial Officer Emirates Adnan Kazhinm menjelaskan pihaknya mempercepat proses pengembalian tiket dari 90 hari menjadi 60 hari. Kalau permintaan turun, prosesnya bakal lebih cepat lagi.

"Kami masih memiliki lebih dari setengah juta calon penumpang minta dikembalikan uang tiketnya," kata Kazhim. Dia berharap prosesnya akan rampung dalam dua bulan mendatang.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline. (Twitter/@emirates)

Emirates Airline rugi Rp 78,7 triliun karena pandemi Covid-19

Sebelum pandemi Covid-19, Emirates Airline mempekerjakan 60.033 staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu kru kabin. Sekarang jumlah karyawan Emirates melorot menjadi 40.801 orang.

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Saudi buka penerbangan internasional mulai 17 Mei

Arab Saudi menutup semua penerbangan internasional sejak 21 Desember tahun lalu.

Pesawat Etihad Airways, maskapai asal Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berencana membuka rute penerbangan ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Maret 2021. (Etihad Airways)

Pandemi Covid-19 sebabkan Etihad rugi Rp 24,3 triliun tahun lalu

Secara keseluruhan sejak 2016, Etihad rugi Rp 104,5 triliun.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.





comments powered by Disqus