bisnis

Jumlah karyawan Emirates dipecat bisa bertambah menjadi sembilan ribu orang

Maskapai asal Dubai ini sudah memberhentikan enam ribu staf sejak muncul pandemi Covid-19 Maret lalu.

12 Juli 2020 02:19

Presiden Emirates Airline Sir Tim Clark mengungkapkan sejak pandemi virus corona Covid-19 muncul Maret lalu, maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab, itu telah memberhentikan sepuluh persen karyawannya atau sekitar enam ribu orang.

Dia menambahkan jumlah karyawan Emirates diberhentikan bisa meningkat sampai 15 persen atau sembilan ribu orang. "Emirates mungkin akan memecat lebih banyak lagi pekerja hingga 15 persen," kata Clark dalam wawancara dengan BBC kemarin.

Sebelum datang pandemi Covid-19, Emirates mempekerjakan sekitar 60 ribu staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu awak kabin.

IATA (Asosiasi Transportasi Udara Internasional) memperkirakan kerugian dialami semua maskapai di dunia akibat pandemi Covid-19 tahun ini lebih dari US$ 84 miliar (kini setara Rp 1.207 triliun), terbesar sepanjang sejarah industri penerbangan.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline. (Twitter/@emirates)

Emirates Airline rugi Rp 78,7 triliun karena pandemi Covid-19

Sebelum pandemi Covid-19, Emirates Airline mempekerjakan 60.033 staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu kru kabin. Sekarang jumlah karyawan Emirates melorot menjadi 40.801 orang.

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Saudi buka penerbangan internasional mulai 17 Mei

Arab Saudi menutup semua penerbangan internasional sejak 21 Desember tahun lalu.

Pesawat Etihad Airways, maskapai asal Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berencana membuka rute penerbangan ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Maret 2021. (Etihad Airways)

Pandemi Covid-19 sebabkan Etihad rugi Rp 24,3 triliun tahun lalu

Secara keseluruhan sejak 2016, Etihad rugi Rp 104,5 triliun.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.





comments powered by Disqus