bisnis

Netanyahu luncurkan bantuan uang tunai bagi warga terdampak Covid-19

Warga Israel bekerja serabutan akan menerima bantuan fulus hingga Rp 31,2 juta.

12 Juli 2020 10:27

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Kamis lalu meluncurkan bantuan uang tunai bagi warga dan perusahaan terdampak akibat pandemi virus corona Covid-19.

Dia menjelaskan untuk warga Israel bekerja serabutan akan menerima bantuan fulus hingga 7.500 shekel (kini setara Rp 31,2 juta). Dia menekankan bantuan tunai bagi pekerja serabutan ini bakal dibagikan paling cepat pekan depan. "Bantuan itu akan didistribusikan tanpa syarat atau birokrasi, bahkan tanpa undang-undang di Knesset (parlemen Israel)," kata Netanyahu.

Dia menambahkan pemerintah Israel juga melaksanakan program jaringan pengaman bagi karyawan, perusahaan, dan pengangguran.

Usaha-usaha kecil akan menerima enam ribu shekel (Rp 25 juta) saban dua bulan. Sedangkan perusahaan-perusahaan besar bakal kebagian jatah 500 ribu shekel (Rp 2,1 miliar) bergantung pada seberapa besar kerugian akibat Covid-19. "Kalau perlu, kami akan memberikan lebih banyak stimulus," ujar Netanyahu.

Kelesuan ekonomi gegara Covid-19 menyebabkan tingkat pengangguran di Israel mencapai 25 persen, di mana lebih dari sejuta warga di negara Zionis itu tidak bekerja.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Empat ribu warga Kuwait tidak bergaji mendaftar buat dapat bantuan fulus

Sebagian besar dari 1,4 juta warga Kuwait bekerja sebagai pegawai negeri. Hanya sepuluh persen menjadi karyawan swasta.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (George Mathew/Flickr)

Bahrain tanggung 50 persen gaji semua warganya bekerja di perusahaan swasta

Bahrain juga menggratiskan tarif listrik dan air bagi warganya. Kebijakan ini sudah berlangsung sejak April lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

75 ribu ekspatriat kehilangan izin tinggal di Kuwait

Kuwait hanya memperpanjang izin tinggal setahun saja bagi ekspatriat telah berumur di atas 60 tahun dan tidak memiliki gelar sarjana.

13 Agustus 2020

TERSOHOR