bisnis

Saudi sebut privatisasi bisa hasilkan pendapatan lebih dari Rp 729 triliun

Pemerintah Saudi tahun ini telah menerbitkan surat utang negara senilai US$ 12 miliar di pasar internasional.

23 Juli 2020 12:47

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan kemarin bilang pemerintah berencana menjual aset-aset di sektor-sektor tadinya tidak direncanakan untuk privatisasi, seperti di bidang pendidikan dan layanan kesehatan.

Al-Jadaan memperkirakan pemerintah Saudi bisa meraup pendapatan lebih dari US$ 50 miliar (kini setara Rp 729,7 triliun) dalam empat hingga lima tahun mendatang.

Arab Saudi tahun ini menghadapi resesi ekonomi gegara pandemi virus corona Covid-19 dan anjloknya harga minyak mentah global.

Al-Jadaan menekankan pemerintah belum berencana menerapkan pajak penghasilan. "Tapi kami tidak akan mengecualikan segalanya (untuk memulihkan ekonomi Saudi)," katanya.

Dia menambahkan pemerintah tahun ini telah menerbitkan surat utang negara senilai US$ 12 miliar di pasar internasional.

Sila baca: Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Arab Saudi mulai memberlakukan privatisasi sejak Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman meluncurkan Visi 2030.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Pemerintah Kuwait berutang Rp 10 triliun kepada 45 rumah sakit di Amerika

Gegara pandemi Covid-19, kabinet Kuwait bulan lalu menyepakati untuk mengurangi jumlah warga Kuwait menjadi setenganya saja berhak untuk ditanggung biaya pengobatannya di luar negeri.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Mubadala dan afiliasinya miliki 28,4 persen saham di Virgin Galactic

Mubadala dan ketiga afiliasinya - Aabar Space, Aabar Investment, dan International Petroleum Investment Company (IPIC) - masing-masing mempunyai 7,1 persen.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait akan berhentikan 50 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Perdana Menteri Kuwait Syekh Sabah al-Khalid as-Sabah Juni lalu mengajukan proposal untuk mengurangi jumlah ekspatriat dari 70 menjadi 30 persen.





comments powered by Disqus