bisnis

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

03 Agustus 2020 14:39

Arab Saudi - negara dengan perekonomian terbesar di dunia Arab - mengalami defisit sebesar 109,2 miliar riyal (kini setara Rp 427,8 triliun) di kuartal kedua tahun ini.

Melalui keterangan tertulis, Kementerian Keuangan Arab Saudi Selasa pekan lalu mengungkapkan pendapatan dari sektor minyak anjlok 45 persen ketimbang kuartal kedua tahun lalu. Sedangkan penghasilan negara dari bidang non-minyak melorot 55 persen, yakni 38 miliar riyal, dibanding 85 miliar riyal untuk periode serupa pada 2019.

Secara keseluruhan, di semester pertama 2020, pendapatan Arab Saudi sebesar 326 miliar riyal, sedangkan belanja negara senilai 469,3 miliar riyal. Sehingga diparuh pertama tahun ini, negara Kabah itu menderita defisit sebanyak 143,3 miiar riyal (Rp 562 triliun).

Seperti kelima negara Arab Teluk lainnya, Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global melorot pada pertengahan 2014. IMF (Dana Moneter Internasional) telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Penurunan cadangan devisa Saudi tercepat dalam 19 tahun

Saudi memproyeksikan defisit US$ 50 miliar tahun ini atau 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi ketimbang defisit tahun lalu sebesar US$ 35 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.





comments powered by Disqus