bisnis

Bahrain izinkan penerbangan UEA-Israel lintasi wilayah udaranya

Kedua negara tengah membahas persiapan membuka rute penerbangan Tel Aviv-Abu Dhabi dan Tel Aviv-Dubai dalam waktu dekat.

04 September 2020 02:06

Otoritas penerbangan sipil Bahrain kemarin memutuskan memberi izin bagi penerbangan dilakukan semua maskapai melayani rute Uni Emirat Arab (UEA)-Israel melintasi wilayah udaranya. Kebijakan ini juga berlaku bagi maskapai asal negara Zionis itu.

Izin melewati wilayah udara Bahrain diberikan baik untuk penerbangan dari Israel ke UEA atau sebaliknya. Keputusan itu keluar sehari setelah Saudi mengambil kebijakan serupa.

Dengan kebijakan itu, waktu penerbangan UEA-Israel terpangkas 20 menit sehingga menjadi tiga jam saja, setelah sebelumnya lebih cepat empat jam karena boleh terbang di atas wilayah udara Saudi.

UEA dan Israel mencapai kesepakatan damai pada 13 Agustus. Penerbangan komersial pertama terjadi Senin dan Selasa pekan lalu, mengangkut delegasi resmi pertama Israel ke negara Arab Teluk itu.

Kedua negara tengah membahas persiapan membuka rute penerbangan Tel Aviv-Abu Dhabi dan Tel Aviv-Dubai dalam waktu dekat.

Pesaaat Gulf Air, maskapai milik pemerintah Bahrain. (LinkedIn)

Rute penerbangan komersial pertama Bahrain-Israel akan dimulai pada 3 Juni

Gulf Air menjadi maskapai ketiga dari negara Arab Teluk membuka penerbangan ke Tel Aviv, setelah Flydubai dan Etihad Airways dari Uni Emirat Arab.

CEO Bank Hapoalim Dov Ketler bertemu CEO the National Bank of Bahrain Jean Christophe Durand di Ibu Kota Manama, Bahrain, November 2020. (Courtesy)

Dua bank terbesar Israel sepakati kerjasama dengan bank Bahrain

NBB memiliki 29 kantor cabang di Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi (kanan) mengadakan pembicaraan dengan tamunya, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdul Latif bin Rasyid az-Zayani, di kantornya di Yerusalem pada Rabu, 18 November 2020. (Miri Shimonovich/MFA)

Para pengusaha Saudi berencana investasi di Israel

Mereka akan berbisnis dengan negara Zionis itu lewat Bahrain.

Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi (kanan) mengadakan pembicaraan dengan tamunya, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdul Latif bin Rasyid az-Zayani, di kantornya di Yerusalem pada Rabu, 18 November 2020. (Miri Shimonovich/MFA)

Bahrain tolak impor produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Golan

Uni Eropa masih setia pada keputusan mereka keluarkan pada 2015, yakni semua produk dari permukiman Yahudi harus diberi label Buatan Daerah Jajahan. 





comments powered by Disqus