bisnis

Rumah sakit terbesar di Israel akan kebanjiran wisatawan medis dari UEA

Sheba Medical Center telah menandatangani nota kesepahaman dengan APEX National Investment.

13 September 2020 06:07

Rumah sakit terbesar di Israel, Sheba Medical Center, diyakini akan kebanjiran wisatawan medis dari Uni Emirat Arab (UEA) setelah mereka menandatangani sebuah nta kesepahaman dengan APEX National Investment, lembaga dana investasi dari Abu Dhabi, UEA.

Menurut Direktur Divisi International Sheba Medical Center Yel Hareven kepada the Time of Israel, kesepakatan dengan APEX menjadi tonggak dimulainya kunjungan wisatawan medis asal UEA ke rumah saktnya, diperkirakan akan berlangsung segera setelah ada kelonggaran pembatasan perjalanan.

Dia menjelaskan berobat ke Israel lebih dekat ketimbang ke Eropa dan lebih murah biayanya dibanding dengan di Amerika Serikat. "Kami akan menyambut kedatangan wisatawan medis asal UEA karena begitu banyak staf medis kami dapat berbicara bahasa Arab," kata Hereven. "Jadi mereka tetap merasa berada di rumah meski jauh dari tempat tinggal mereka."

Selain membawa warga UEA datang untuk berobat di Israel, kesepakatan dengan APEX juga bakal memakai para dokter Israel untuk meningkatkan kualitas sistem kesehatan di negara Arab Teluk itu.

Di samping tentang wisata medis, Shbea medical Center juga akan bekerjasama dengan APEX di tiga bidang, yakni Covid-19, pelatihan, dan inovasi. Hareven bilang UEA akan mengadopsi sejumlah teknologi penanganan Covid-19, seperti perawatan jarak jauh telah diuji coba di Shbe Medical Center. "Kami juga akan memberi pelatihan mengenai rumah-rumah sakit lapangan untuk Covid-19 bagi UEA," ujarnya.

UEA dan Israel mencapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan pada 13 Agustus dan Selasa pekan depan kedua negara menandatangani perjanjian damai di Gedung Putih, Ibu Kota Washington DC, Amerika.

Perusahaan-perusahaan terdaftar dalam bursa paralel Nomu, diluncurkan di Arab Saudi pada 26 Februari 2017. (Supplied)

Investor UEA tanam modal di perusahaan teknologi keuangan asal Israel

Tapi Al-Balusyi tidak memberitahu berapa nilai investasi atau persentase saham dia kuasai di Fintica.

Semangkuk es krim Berlian Hitam dijual seharga Rp 10,5 juta. Es krim ini djual di kedai Scoopi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (www.arabianbusiness.com)

Bursa Berlian Dubai jalin kerjasama dengan Bursa Berlian Israel

Nilai ekspor berlian Israel pada 2003 sebesar US$ 3,6 miliar tahun lalu meningkat menjadi US$ 23 miliar. 

Bandar Udara Internasional Abu Dhabi di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Abu Dhabi Investment Office akan buka kantor di Tel Aviv

Itu bakal menjadi kantor pertama ADIO di luar UEA.

Kantor Bank Sentral UEA di Ibu Kota Abu Dhabi, UEA. (albawaba.com)

NBD jadi bank UEA pertama teken perjanjian kerjasama dengan bank Israel

Seorang pebisnis dan delegasi perbankan dari Israel Selasa lalu tiba di UEA untuk mengadakan pembicaraan mengenai kerjasama keuangan dan layanan perbankan antara kedua negara.





comments powered by Disqus