bisnis

Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi tahun ini diprediksi minus 5,2 persen

IIF menaksir arus modal keluar dari Saudi tahun ini sebesar US$ 99 miliar ketimbang arus modal masuk senilai US$ 63 miliar.

29 September 2020 02:21

Asosiasi industri keuangan global, the Institute of International Finance (IIF), memperkirakan pertumbuhan ekonomi Arab Saudi tahun ini minus 5,2 persen.

"Kami memprediksi perekonomian Saudi minus 5,2 persen pada 2020 tapi kemudian akan berkembang menjadi 2,3 persen di 2021, terutama didorong oleh sektor non-minyak swasta," kata kepala tim ekonomi IIF Garbis Iradian.

Iradian mengungkapkan di kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi negara Kabah itu minus satu persen gegara pembatasan lalu lintas orang buat mencegah penularan virus corona Covid-19 dan penurunan produksi minyak hasil kesepakatan OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan produsen non-OPEC.

Penurunan pertumbuhan ekonomi Saudi kian tajam di kuartal kedua, yakni minus sebelas persen.

Sila baca:

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

IIF mmemproyeksikan Saudi tahun ini bakal mengalami defisit 1,5 persen dari produk domestik bruto meski impor anjlok 12 persen, sedangkan tahun lalu negeri Dua Kota Suci ini menikmati surplus 5,9 persen.

Sila baca: Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IIF menaksir arus modal keluar dari Saudi tahun ini sebesar US$ 99 miliar ketimbang arus modal masuk senilai US$ 63 miliar. Hingga akhir 2020, jumlah cadangan devisa Saudi diprediksi melorot US$ 54 miliar menjadi US$ 445 miliar.

Lebih dari setengah angka penurunan cadangan devisa itu lantaran bank sentral Saudi mentransfer anggaran itu ke lembaga dana investasi pemerintah, Public Investment Fund, kini diperkirakan memiliki aset sebanyak US$ 300 miliar.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 





comments powered by Disqus