bisnis

Arab Saudi boikot produk Turki

Saudi juga terus berkampanye untuk mencegah warganya bepergian ke Turki dengan alasan tidak aman.

29 September 2020 22:51

Arab Saudi mulai pekan ini secara resmi memboiot semua produk dari Turki, seperti dilansir surat kabar the Cumhuriyet Ahad pekan lalu.

Riyadh sedari tahun lalu sudah memberlakukan embargo tidak resmi terhadap barang-barang dari Turki, termasuk tekstil dan makanan tidak tahan lama.

Saudi menahan ratusan truk datang dari Turki di wilayah perbatasan dan ribuan paket dari negara itu juga tertahan di bandar udara. Truk-truk itu baru boleh memasuki wilayah Saudi kalau ada campur tangan dari para diplomat Turki bertugas di sana.

Pemerintah Saudi juga memaksa para pengusahanya untuk tidak berbisnis dengan Turki. Mereka melanggar perintah itu akan dikenai denda.

"Para konsumen kami (di Arab Saudi) sudah biasa menggunakan prduk-produk Turki, mereka puas. Tapi mereka sekarang tidak bisa membeli barang-barang kami lagi," kata seorang pengusaha Turki kepada Chumhuriyet. "Mereka bilang kirim produk Turki ke Saudi lewat negara ketiga."

Pebisnis menolak disebut namanya itu menjelaskan para pengusaha kecil dan menengah bingung lantaran ekspor ke Saudi, terutama dari provinsi Hatay, Gaziantep, dan Diyarbakir telah dihentikan.

Saudi juga terus berkampanye untuk mencegah warganya bepergian ke Turki dengan alasan tidak aman.

Hubungan Saudi-Turki memburuk setelah negara Kabah itu bareng Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni 2017. Langkah ini diikuti dengan blokade darat, laut, dan udara terhadap negara Arab Teluk itu. Turki menggantikan posisi Saudi dan UEA sebagai pemasok bahan makanan ke Qatar.

Konflik Saudi-Turki kian meruncing setelah pembunuhan atas Jamal Khashoggi, kolumnis koranĀ the Washington Post, terjadi di dalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, 2 Oktober 2018. Hasil penyelidikan Turki menyimpulkan pembunuhan itu dilakukan tim beranggotakan 15 warga Saudi atas perintah Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Kedua negara juga berseberangan dalam konflik Libya. Saudi bersama UEA dan Mesir menyokong Jenderal Khalaf Haftar, membikin pemerintahan tandingan di timur Libya, sedangkan Turki mendukung pemerintahan di Ibu Kota Tripoli.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA-Israel sepakati 28 kali sepekan penerbangan antara kedua negara

Emirates Airline dan Etihad Airways sudah mengumumkan bakal membuka rute penerbangan Dubai-Tel Aviv dan Abu Dhabi-Tel Aviv.

Bandar Udara Internasional Abu Dhabi di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA-Israel sepakat berlakukan bebas visa

Ini menjadi kesepakatan bebas visa pertama dibuat oleh Israel dengan negara Arab.

Jalan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, lengang dari kendaraan setelah jam malam diberlakukan sejak 23 Maret 2020. (Twitter)

Perusahaan ritel tersohor di Arab Saudi hentikan impor produk Turki

Awal bulan ini, Ketua Kadin Arab Saudi Ajlan al-Ajlan menyerukan boikot atas segala hal terkait Turki, termasuk impor, investasi, dan wisata.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 1.574 triliun

Makanan terbuang paling banyak tiap tahunnya terjadi di Kota Makkah, disusul oleh Provinsi Timur dan Ibu Kota Riyadh.





comments powered by Disqus