bisnis

Ketua Kadin Arab Saudi serukan boikot semua hal terkait Turki

Nilai investasi Saudi di Turki sekitar US$ 2 miliar. Hingga 2017, warga Saudi telah membeli 3.545 properti di Turki.

04 Oktober 2020 06:55

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arab Saudi Ajlan al-Ajlan menyerukan kepada semua warga negara Kabah itu untuk memboikot semua hal berkatan dengan Turki.

"Melarang semua hal terkait Turki, apakah itu impor, investasi, atau wisata, adalah tanggung jawab semua warga negara Saudi, baik itu pedagangan atau konsumen, untuk menanggapi sikap bermusuhan pemerintah Turki terhadap pemimpin, negara, dan rayat kami," tulis Ajlan melalui akun Twitternya kemarin.

Seruan disampaikan Ajlan itu sebagai jawaban atas pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan soal beberapa negara Arab Teluk menyasar Turki dan kebijakan-kebijakan membikin kawasan itu menjadi tidak stabil.

Saudi secara resmi memboikot semua produk dari Turki sejak pekan ini. Pengusaha atau warga Saudi memiliki investasi di Turki diminta menjual atau menutup perusahaannya di sana.

Hubungan Saudi dan Turki memburuk sejak negara Kabah itu bareng Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, diikuti oleh penerapan blokade darat, laut, dan udara. Turki menjadi pengganti Saudi dan UEA untuk memasok kebutuhan pangan Qatar.

Perselisihan kian meruncing setelah Turki menyimpulkan pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi , kolumnuis surat kabar the Washington Post, pada 2 Oktober 2018 di kantor konsulat Saudi di Kota Istanbul atas perintah Putera Mahkota Arab saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Selama 2015-2018, Turki mengalami surplus dalam perdagangan dengan Arab Saudi. Pada 2015, nilai ekspor Turki ke Saudi senilai US$ 3,47 miliar, kemudian 2016 (US$ 3,17 miliar), 2017 (US$ 2,74 miliar), dan 2018 (US$ US$ 2,64 miliar).

Sedangkan impor Turki dari Arab Saudi pada 2015 sebesar US$ 2,12 miliar, lalu di 2016 (US$ 1,84 miliar), 2017 (US$ 2,11 miliar), dan 2018 (US$ 2,32 miliar).

Menurut data dari SAGIA (Badan Investasi Umum Arab Saudi), niai investasi Turki di negeri Dua Kota Suci itu sekitar US$ 600 juta dengan lebih dari 200 perusahaan Turki beroperasi di sana.

Arab Saudi menempati posisi kedua setelah Qatar di kalangan negara Arab Teluk atau ketujuh di dunia dalam hal jumlah pryek dikerjakan oleh kontraktor Turki.

Nilai investasi Saudi di Turki sekitar US$ 2 miliar. Hingga 2017, warga Saudi telah membeli 3.545 properti di Turki.

CEO Bank Hapoalim Dov Ketler bertemu CEO the National Bank of Bahrain Jean Christophe Durand di Ibu Kota Manama, Bahrain, November 2020. (Courtesy)

Dua bank terbesar Israel sepakati kerjasama dengan bank Bahrain

NBB memiliki 29 kantor cabang di Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.

Tiga kapal patroli Angkatan Laut Iran menangkap kapal tanker MT Hankook Chemi dari Korea Selatan. (Tasnim News Agency)

Tahan kapal tanker Korea Selatan, Iran tuntut Seoul transfer dana hasil penjualan minyak sebesar Rp 99,6 triliun

Uang hasil penjualan minyak Iran itu dibekukan oleh dua bank di Korea Selatan selama 2,5 tahun.

Anggur Pompeo dari perkebunan anggur Pompeo di permukiman Yahudi Psagot di Tepi Barat, Palestina. (Twitter)

Para pemukim Yahudi di Tepi Barat mulai ekspor produk ke UEA hari ini

Uni Eropa telah menetapkan larangan masuk bagi barang-barang dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Golan diberi label Bikinan Israel.





comments powered by Disqus