bisnis

Qatar suntik dana US$ 29 triliun buat selamatkan Qatar Airways

Kerugian senilai Rp 28,5 triliun itu setara lebih dari 50 persen total nilai saham Qatar Airways.

04 Oktober 2020 07:43

Pemerintah Qatar telah menyuntikkan dana sebesar 7,3 miliar riyal (kini setara Rp 29,8 triliun) untuk menyelamatkan Qatar Airways, setelah maskapai milik pemerintah itu rugi tujuh miliar riyal (Rp 28,5 triliun) di tahun anggaran berakhir pada 31 Maret lalu.

Qatar Airways Maret tahun ini sudah menyatakan sangat membutuhkan bantuan dana dari pemerintah agar tetap bertahan di tengah krisis akibat pandemi virus corona Covid-19. Dunia penerbangan menjadi salah satu sektor paling terdampak lantaran banyak negara menghentikan rute internasional.

Kerugian senilai Rp 28,5 triliun itu setara lebih dari 50 persen total nilai saham Qatar Airways. Injeksi anggaran dari pemerintah itu diubah dalam bentuk saham baru.

Qatar Airways mengakui tahun anggaran lalu merupakan salah satu momen terburuk mereka. Nilai kerugian tadinya diprediksi 4,5 miliar riyal (Rp 18,3 triliun) meningkat menjadi 7,3 miliar riyal.

Air Italy, di mana Qatar Airways mempunyai saham minoritas, ditutup Februari lalu.

Pesawat Qatar Airways. (Twitter/@qatarairways)

Penerbangan langsung Saudi-Qatar dimulai lagi besok

Rute dari Doha ke Riyadh dan Dammam akan dilayani saban hari, sedangkan penerbangan menuju Jeddah empat kali sepekan.

Pesawat Boeing 787 milik Qatar Airways mendarat di Windhoek, Namibia. (Twitter/@qatarairways)

Qatar Airways tetap beroperasi

Walau krisis, Qatar Airways tidak memecat karyawannya.

Pesawat Qatar Airways. (Gulf Business)

Qatar Airways rugi sangat besar dalam tahun anggaran berjalan

Dalam tahun anggaran lalu, Qatar Airways meraup laba Rp 367,4 triliun.

Pesawat Flynas, maskapai asal Arab Saudi. (Flynas).

Flynas tawarkan pekerjaan bagi pilot dan staf Qatar Airways

Flynas Januari lalu meneken kesepakatan senilai US$ 8,6 miliar dengan Airbus untuk membeli 80 pesawat A320neo.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pembajakan kapal sedang terjadi di perairan UEA

Pekan lalu, sebuah kapal tanker dioperasikan oleh perusahaan milik konglomerat Israel diserang dan menewaskan dua krunya.

04 Agustus 2021

TERSOHOR