bisnis

Saudi usir paksa warga Suku Huwaitat demi pembangunan kota impian Bin Salman

Sekolah-sekolah ditutup dan pasokan listrik bagi desa-desa Suku Huwaitat dihentikan. Kebakaran sengaja dibikin.

07 Oktober 2020 13:54

Aparat keamanan Arab Saudi mengancam, mengintimidasi, menangkap, mengusir paksa, dan bahkan membunuh warga dari Suku Huwaitat agar mau lepas tanah mereka untuk proyek pembangunan Kota Neom menjadi impian Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Proyek ini akan menggusur 13 desa dihuni Suku Huwaitat.

Proyek kota senilai US$ 500 miliar itu digadang-gadang menjadi kota paling modern dilengkapi teknologi mutakhir serta hiburan keren. Neom juga bakal memiliki taksi terbang sebagai alat transportasi dan robot-robot untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Ketika proyek Neom dimulai empat tahun lalu, menurut aktivis sekaligus juru bicara Suku Huwaitat tinggal di Ibu Kota London, Inggris, Alia al-Huwaiti, Bin Salman menjanjikan Suku Huwaitat akan ikut menikmati pembangunan dan kemajuan, bukan diusir dari kampung halaman mereka.

"Tapi pada 2020, mereka dipaksa pergi tanpa tahu harus tinggal di mana," kata Alia. "Semenit saja mereka buka mulut atau mengatakan sesuatu di media sosial, mereka akan dilenyapkan dari muka bumi."

Sila baca:

Arab Saudi bunuh warganya karena tolak proyek kota impian Bin Salman

Kilau Neom petaka Huwaitat

Suku Huwaitat, berprofesi sebagai petani dan penggembala ternak, sudah hidup berabad-abad di tepi Laut Merah. Mereka tersebar dari Saudi hingga Yordania, Mesir, dan Palestina.

Kamis pekan lalu, dua anggota Suku Huwaitat ditahan. Salah satunya adalah mahasiswa, diculik dari kampusnya sebagai upaya membungkam keluarganya supaya tidak banyak berkoar soal kekejaman Bin Salman terhadap suku mereka.

Sejumlah orang Huwaitat sudah meminta kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyelidiki nasib Suku Huwaitat, di mana kampung halaman mereka dihancurkan dan orang-orang dipaksa diusir dari tanah kelahiran. Kalau menolak, dipenjara atau bahkan dihabisi.

Menurut Alia, tiap keluarga dijanjikan uang kompensasi US$ 3 ribu dan mungkin baru satu keluarga menerima. Sekolah-sekolah ditutup dan pasokan listrik bagi desa-desa Suku Huwaitat dihentikan. Kebakaran sengaja dibikin. "Situasinya di sana benar-benar mengerikan dan menakutkan," ujarnya.

Tapi Ali Syihabi, anggota Dewan Penasihat Neom, membantah semua tudingan itu. Dia bilang Arab Saudi memang memiliki sejarah mengambil alih tanah warganya untuk pembangunan. "Pemerintah selalu memberikan uang pengganti di atas harga pasaran tanah. Dalam kasus Suku Huwaitat juga tidak ada pengecualian," tuturnya kepada the Independent.

 

Abdurrahim bin Ahmad Mahmud al-Huwaiti, lelaki dari Suku Huwaitat dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada 16 April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk proyek Neom. (Video screencapture)

Bin Salman putus sambungan Internet di 30 desa Suku Huwaitat sejak enam bulan lalu

Aktivis dari Suku Huwaitat berencana menggugat Bin Salman di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat.

Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengajak rakyat negara Zionis itu memboikot es krim Ben & Jerry's. (Twitter)

Es krim Ben & Jerry's hentikan penjualan di Tepi Barat dan akan setop izin produsen di Israel

Netanyahu ajak rakyat Israel boikot es krim Ben & Jerrry's.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi beli saham perusahaan mobil sport McLaren

PIF dan Ares Management akan memborong saham McLaren senilai Rp 8 triliun

Suasana sebuah mal di Arab Saudi. (SPA)

Saudi izinkan toko dan mal buka di waktu salat

Kadin Saudi meminta pengelola toko mengatur waktu salat bagi para pekerjanya bergantian agar pelayanan terhadap konsumen tidak terganggu. 





comments powered by Disqus