bisnis

Falkon termahal di dunia terjual seharga Rp 2,5 miliar dalam lelang di Arab Saudi

Falkon termahal di planet ini mempunyai berat 1,1 kilogram dan merupakan hasil tangkapan di wilayah Hafar al-Batin, timur laut Arab Saudi.

17 Oktober 2020 14:06

Seekor burung falkon muda menjadi yang termahal di dunia setelah terjual seharga 650 ribu riyal (kini setara Rp 2,5 miliar) dalam acara lelang di Mulham, utara Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

Menurut the Saudi Falcon Club, penyelenggara lelang falkon, falkon paling mahal sejagat ini keturunan Syahin dari jenis peregrine. Ia berharga sangat mahal lantaran keunikan dan kelangkaannya.

Falkon termahal di planet ini mempunyai berat 1,1 kilogram dan merupakan hasil tangkapan di wilayah Hafar al-Batin, timur laut Arab Saudi.

Memiliki dan memelihara falkon (burung alap-alap dalam bahasa Indonesia) merupakan bagian dari tradisi bangsa Arab gurun di kawasan Arab Teluk selama ribuan tahun.

Falkon, berkecepatan terbang 320 kilometer perjam, diakui terancam punah.

Acara lelang falkon itu berlangsung selama 3 Oktober - 15 November, digelar oleh the Saudi Falcon, dibentuk pada 2017 dan disokong pemerintah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi bulan ini akan gelontorkan bantuan uang tunai sebesar Rp 7,2 triliun bagi 10,4 juta warganya

Rata-rata tiap keluarga memperoleh Rp 4 juta saban bulan. Program ini dimulai sejak Desember 2017 setelah Saudi melakukan liberalisasi ekonomi.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Sudan naikkan harga bensin dan solar setelah hapus subsidi

Sudan masih memberlakukan subsidi terhadap gas untuk memasak, minyak tanah, tepung gandum, dan obat-obatan.

Kantor pusat Quadream berada di lantai 19 dari gedung berlokasi di Ramat Gan, Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Rakoon/Haaretz)

Bin Salman berlangganan dua aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel

Aplikasi Reign bikinan perusahaan Quadream ini juga sudah dipakai oleh sebuah lembaga resmi di Indonesia.





comments powered by Disqus