bisnis

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

29 Oktober 2020 12:51

Terus melorotnya harga minyak mentah global dan lesunya perekonomian dunia gegara pandemi virus corona Covid-19 telah menyebabkan Arab Saydi mengalami defisit di kuartal ketiga tahun ini sebesar 40,768 miliar riyal (kini setara Rp 160,8 triliun).

Menurut Kementerian Keuangan Arab Saudi, defisit kuartal ketiga ini lebih dari setengah dibanding angka defisit di kuartal kedua. Walau defisit, pendapatan negara meningkat empat persen lantaran kenaikan VAT (pajak pertambahan nilai) menjadi 15 persen, berlaku sejak Juli lalu.

Anjloknya harga minyak sebesar 30 persen membuat pendapatan negara Kabah itu dari sektor emas hitam ini di kuartal ketiga melorot ke angka 92,582 miliar riyal. Sedangkan pendapatan dari pajak naik signifikan dalam tiga bulan terakhir, Juli-September.

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.





comments powered by Disqus