bisnis

Laba Aramco di kuartal ketiga anjlok 44,6 persen

Aramco meraup untung Rp 171,5 triliun.

04 November 2020 16:05

Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas milik Arab Saudi, kemarin mengumumkan laba diraup di kuartal ketiga tahun ini anjlok 44,6 persen ketimbang periode serupa tahun lalu. 

Eksportir minyak terbesar di dunia itu meraih untung US$ 11,79 miliar (kini setara Rp 171,5 triliun), sedangkan laba di kuartal ketiga 2019 senilai US$ 21,3 milliar (Rp 309,6 triliun). 

Dibanding periode serupa tahun lalu, laba Aramco di sembilan bulan pertama 2020 melorot 48,6 persen menjadi US$ 35,02 miliar (Rp 511,5 triliun).

Meski begitu, keuntungan Aramco di kuartal ketiga ini meningkat dibanding kuartal kedua, yakni US$ 6,57 miliar (Rp 95,9 triliun). "Kami melihat ada tanda-tanda pemulihan di kuartal ketiga ada peningkatan kegiatan ekonomi," kata CEO Aramco Amin Nasir.  

 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Pengebom nirawak Al-Hutiyun ledakkan tangki minyak Aramco di Jazan

Serangan itu sempat menghentikan penerbangan menuju Dammam dan Jeddah.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco tahun lalu anjlok menjadi Rp 704 triliun

Walau laba melorot, Aramco mengumumkan tahun ini tetap akan membagikan dividen sebesar US$ 75 miliar.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Al-Hutiyun serang kilang Aramco di Riyadh pakai enam pengebom nirawak

"Kami menyerukan kembali epada semua perusahaan dan warga negara asing untuk menjauhi objek militer dan vital karena mereka menjadi target sah kami dan bisa diserang kapan saja," kata Yahya.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Pengebom nirawak serang kilang minyak Aramco di Riyadh

Bulan ini, sebelumnya serangan pengebom nirawak dan peluru kendali dari milisi Al-Hutiyun di Yaman menargetkan pelabuhan minyak Ras Hanura dan tangki minyak di Jeddah.





comments powered by Disqus