bisnis

Oman akan berlakukan pajak penghasilan mulai 2022

IMF memperkirakan Oman tahun ini mengalami defisit 19 persen.

06 November 2020 05:56

Pemerintah Oman berencana menerapkan pajak penghasilan kepada warga supertajir sebagai upaya untuk mengruangi defisit anggaran. Rencana ini bakal menjadikan Oman sebagai negara Arab Teluk pertama memberlakukan pajak penghasilan.

Kementerian Keuangan Oman bilang pemerintah memang menargetkan untuk mengurangi defisit menjadi 1,7 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2024. Fulus dari pajak penghasilan itu bakal dipakai untuk mendanai program-program sosial.

"Mengurangi defisit begitu tajam sampai 2024 kelihatan ambisius karena dampak dari konsolidasi fiskal terhadap ekonomi dan sosial," kata Monica Malik, kepala pakar ekonomi di Abu Dhabi Commercial Bank.

IMF (Dana Moneter Internasional) memperkirakan Oman tahun ini mengalami defisit 19 persen. Lembaga dunia ini memprediksi pertumbuhan ekonomi Oman pada 2020 minus sepuluh persen.

Selain itu, Oman secara bertahap akan mengurangi subsidi listrik dan air hingga dihapus pada 2025.

Perekonomian Oman dianggap paling lemah di antara enam negara Arab Teluk. Tahun lalu, utang luar negeri Oman sebesar 60 persen dari PDB. Oktober tahun ini, Oman menjual surat utang berjangka tujuh tahun senilai US$ 1,25 miliar.

GCC (Dewan Kerjasama Teluk) beranggotakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman sudah bersepakat akan menerapkan VAT (pajak pertambahan nilai) sebesar lima persen di masing-masing negara. Namun baru Arab Saudi dan UEA memberlakukan VAT lima persen sejak Januari 2018. Bahkan Saudi sudah menaikkan VAT menjadi 15 persen sedari Juli tahun ini. 

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar proyeksikan defisit Rp 134 triliun pada 2021

Qatar menyusun anggaran 2021 dengan proyeksi harga minyak mentah global senilai US$ 40 per barel.   

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.





comments powered by Disqus