bisnis

Aramco akan jual surat utang untuk bayar dividen

Aramco mesti membayar dividen US$ 37,5 miliar untuk semester kedua tahun ini.

17 November 2020 21:27

Saudi Aramco akan menerbitkan surat utang untuk memperoleh fulus buat membayar dividen kepada investor, pemegang saham terbesar adalah pemerintah Arab Saudi.

Prses ini sudah dimulai kemarin dan Aramco sudah menunjuk sejumlah bank untuk menangani penerbitan obligasi dalam mata uang dolar Amerika Serikat itu, termasuk Goldman Sachs, Citibank, HSBC, JPMorgan, Morgan Stanley, dan NCB Capital.

Ini akan menjadi obligasi kedua diterbitkan Aramco setelah April tahun lalu melepas surat utang senilai US$ 12 miliar di pasar internasional. Obligasi bakal diterbitkan Aramco ini memiliki jangka waktu beragam, yakni tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun, 30 tahun, dan atau 50 tahun, bergantung pada kondisi pasar.

Meski laba di kuartal ketiga tahun ini anjlok 44,6 persen menjadi US$ 11,8 miliar, Aramco berkomitmen membayar dividen dijanjikan pada 2020 sebesar US$ 75 miliar.

Aramco mesti membayar dividen US$ 37,5 miliar untuk semester kedua tahun ini. Eksportir minyak terbesar di dunia itu juga membutuhkan dana buat membiayai pengambilalihan 70 persen saham Saudi Basic Industries (SABIC) senilai US$ 69,1 miliar, dibayar secara bertahap hingga 2028. Aramco tahun ini sudah meraih pinjaman sebesar US$ 10 miliar.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 

Serangan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman pada 13 April 2021 menghancurkan kilang minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Screenshot YouTube)

Serangan Al-Hutiyun hancurkan kilang Aramco di Jeddah

Sejak berperang dengan Al-Hutiyun pada Maret 2015, Saudi keteteran dan hampir saban hari menjadi target serangan oleh milisi sokongan Iran itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Pengebom nirawak Al-Hutiyun ledakkan tangki minyak Aramco di Jazan

Serangan itu sempat menghentikan penerbangan menuju Dammam dan Jeddah.





comments powered by Disqus