bisnis

Setelah melintasi Saudi, penerbangan komersial pertama Israel mendarat di Dubai

Saudi memberi izin kepada Israir setelah mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

02 Desember 2020 06:26

Setelah melintasi wilayah udara Arab Saudi, penerbangan komersial perdana Israel kemarin mendarat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Penerbangan komersial bersejarah menghubungkan Israel dan UEA ini dilakukan oleh maskapai Israir. Pesawat itu mendarat di Bandar Udara Dubai setelah terbang tiga jam. Kalau tidak melewati Saudi, penerbangan dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Dubai bisa menghabiskan waktu delapan jam.

"Benar-benar hari menyenangkan," kata pilot Israir, Hagi Keenan, ditelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, setelah pesawat dia kendalikan tiba di Dubai. "Benar-benar sebuah keistimewaan besar bisa meraih momen ini."

Netanyahu mengatakan pendaratan pertama penerbangan komersial Israel di UEA merupakan hasil dari perdamaian. "Saya memberikan aplaus kepada Anda atas pendaratan di Dubai dan akan ada lagi penerbangan komersial berikutnya," ujar Netanyahu.

Hingga Senin malam, Arab Saudi belum memberikan izin bagi penerbangan komersial pertama dari negara Zionis itu untuk melintasi wilayah udaranya. Hal ini mengancam pembatalan penerbangan Israir rute Tel Aviv-Dubai.

"Anda bisa bilang sudah sepekan kami tidak tidur sampai kami tahu sudah menerima izin (untuk melewati wilayah udara Saudi)," tutur Gil Stav, Wakil Presiden Israir Bidang Penjualan dan Pemasaran, kepada stasiun televisi Channel 13. Dia mengklaim akan ada banyak lagi penerbangan komersial dari israel ke UEA.

Namun Channel 12 melaporkan izin hanya diberikan selama empat hari hingga Jumat dan itu pun untuk rute ke Dubai saja. Ini berbeda dengan klaim Netanyahu: semua penerbangan dari Israel ke Timur Jauh atau sebaliknya bisa melintasi wilayah udara Saudi dan Bahrain.

Saudi memberi izin kepada Israir setelah mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

Profesor Eitan Mor melakukan operasi pengambilan ginjal milik perempuan Israel bernama Shani Markowitz di Rumah Sakit Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel, pada 28 Juli 2021. Ginjal itu kemudian ditransplantasikan kepada ibu dari pendonor ginajl asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Sheba Medical Center)

Saling donor ginjal UEA-Israel

Sedangkan pendonor wanita dari Abu Dhbai itu mendonasikan ginjalnya buat pasien wanita di Rumah Sakit Rambam Medical Center di Kota Haifa, Israel.

Pesawat Israir Airlines jenis Airbus A 320 di Bandar Udara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab. (Dubai Media Office)

Penerbangan langsung Israel-Maroko beroperasi mulai hari ini

Maroko merupakan negara memiliki komunitas Yahudi terbesar di Afrika Utara, yakni sekitar tiga ribu orang dan 700 ribu orang Yahudi asal Maroko saat ini tinggal di Israel.

Di sela lawatannya ke Israel, Menteri Keamanan Pangan dan Air Uni Emirat Arab Maryam binti Muhammad al-Muhairi dan Menteri Pertanian Israel Oded Forer pada 14 Juli 2021 meneken nota kesepahaman soal kerjasama untuk ketahanan pangan antara kedua negara. (Twitter/miriammalmheiri)

Menteri keamanan pangan UEA melawat ke Israel

UEA dan Israel menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kerjasama dalam keamanan pangan antara kedua negara dalam sektor produksi, rantai pasokan, serta riset dan pengembangan pangan.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Etihad memulai penerbangan komersial perdananya ke Israel hari ini

Etihad akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan.





comments powered by Disqus