bisnis

Bahrain izinkan produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Golan dilabeli Buatan Israel

Posisi Bahrain ini sejalan dengan kebijakan Amerika disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bulan lalu.

04 Desember 2020 21:47

Menteri Industri, Perdagangan, dan Pariwisata Bahrain Zayid az-Zayani bilang negaranya mengizinkan semua produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dan dataran Tinggi Glan akan diekspor ke Bahrain diberi label Buatan Israel.

"Kami akan mengakui barang-barang itu dari Israel," kata Zayani dalam jumpa pers dengan wartawan Israel kemarin di Yerusalem. "Saya tidak melihat ada perbedaan dari mana, kota mana, atau wilayah mana produk itu dibuat atau dihasilkan."

Posisi Bahrain ini sejalan dengan kebijakan Amerika disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bulan lalu, sehabis mengunjungi permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Golan.

Tapi hal itu tidak sesuai kebijakan Uni Eropa, sejak 2015 mewajibkan semua barang dari Tepi Barat, Yerusalem Timur, atau Golan diberi label Bikinan Daerah Jajahan bukan Buatan israel.

Hukum internasional telah menyatakan permukiman-permukiman Yahudi di tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Golan sebagai entitas ilegal.

Pesaaat Gulf Air, maskapai milik pemerintah Bahrain. (LinkedIn)

Rute penerbangan komersial pertama Bahrain-Israel akan dimulai pada 3 Juni

Gulf Air menjadi maskapai ketiga dari negara Arab Teluk membuka penerbangan ke Tel Aviv, setelah Flydubai dan Etihad Airways dari Uni Emirat Arab.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Etihad memulai penerbangan komersial perdananya ke Israel hari ini

Etihad akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan.

Khalid Yusuf al-Jalahma, duta besar pertama Bahrain buat Israel. (Bahrain Foreign Ministry)

Bahrain tunjuk duta besar pertamanya untuk Israel

Bahrain bareng Uni Emirat Arab, Sudan, dan Maroko tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Bendera Uni Emirat Arab dan Israel. (WAM)

UEA umumkan rencana investasi Rp 143 triliun di Israel

Netanyahu menghubungi Bin Zayid setelah membatalkan lawatannya ke negara Arab Teluk itu kemarin lantaran tidak mendapat izin melintasi wilayah udara Yordania.





comments powered by Disqus