bisnis

Qatar proyeksikan defisit Rp 134 triliun pada 2021

Qatar menyusun anggaran 2021 dengan proyeksi harga minyak mentah global senilai US$ 40 per barel.   

15 Desember 2020 08:54

Qatar memproyeksikan terjadi defisit sebesar 34,6 miliar riyal (kini setara Rp 134,7 triliun) tahun depan. Prediksi termuat dalam rancangan anggaran untuk 2021. 

"Total belanja diperkirakan 194,7 miliar riyal pada 2021 dan defisit diproyeksikan 34,6 miliar riyal," kata Menteri Keuangan Qatar Ali Syarif al-Imadi melalui keterangan tertulis pekan lalu. 

Dia menambahkan prediksi pengeluaran tahun depan itu lebih rendah 7,5 persen ketimbang tahun ini karena sebagian besar proyek infrastruktur buat Piala Dunia 2022 sudah selesai atau hampir rampung. 

Qatar mengalokasikan 21,7 persen dari total anggaran untuk belanja pertahanan dan keamanan pada 2021. Produsen sekaligus eksportir gas terbesar di dunia ini memprediksi pertumbuhan ekonominya sebesar 2,2 persen tahun depan. 

Qatar menyusun anggaran 2021 dengan proyeksi harga minyak mentah global senilai US$ 40 per barel. 

 

Ibu Kota Muskat, Oman. (Gulf Business)

Oman akan berlakukan pajak penghasilan mulai 2022

IMF memperkirakan Oman tahun ini mengalami defisit 19 persen.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.





comments powered by Disqus