bisnis

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   

13 Januari 2020 13:14

Qatar berencana membangun tiga hotel senilai US$ 500 juta (kini setara Rp 6,8 triliun) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. 

"Proyek itu kerjasama antara QIA (Otoritas Investasi Qatar) dan Rajawali Property Group," kata sumber Albalad.co mengetahui rencana investasi Qatar itu hari ini. Dia menambahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan mengumumkan rencana investasi Qatar tersebut Kamis pekan ini. 

Ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp, staf Luhut bernama Hario Seto mengaku belum mengetahui informasi itu. Dia meminta Albalad.co meminta konfirmasi keoada Rajawali Property Group, bagian dari konglomerasi Rajawali Group kepunyaan taipan Peter Sondakh. 

Hingga kabar ini dilansir, CEO Rajawali Property Group Shirley Tan juga tidak menjawab beberapa kali panggilan telepon. Pesan WhatsApp juga belum dibalas. 

Labuan Bajo merupakan salah satu tujuan wisata andalan pemerintah. 

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, tapi belum diketahui perkembangannya.

 

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perlu empat tahun bagi Emirates buat melayani kembali semua rutenya

Emirates, terbang ke 157 kota di 83 negara sebelum ada pandemi Covid-19, memarkir semua pesawat penumpangnya Maret lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.





comments powered by Disqus