bisnis

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

14 Januari 2020 01:22

Dalam kunjungannya ke Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) Ahad lalu, Presiden Joko Widodo berhasil meyakinkan Putera mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan untuk ikut berinvestasi membangun ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur.

Melalui keterangan tertulis, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bilang Bin Zayid akan menggelontorkan dana investasi US$ 22,8 miliar (kini setara Rp 312 triliun) untuk membangun ibu kota baru Indonesia dan properti di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Dia menambahkan Bin Zayid juga akan masuk dalam dewan pengarah untuk membangun ibu kota baru Indonesia itu. "Jabatannya belum ditentukan tapi beliau akan berperan sebagai dewan pengarah bersama beberapa nama lain," kata Luhut.

Sebanyak 16 perjanjian investasi itu ditandatangani saat Joko Widodo melawat ke Abu Dhabi. Kedua pemimpin ini juga melakoni pertemuan bilateral.

Mubadala (lembaga dana investasi UEA) bareng SoftBank Grup asal Jepang dan the International Development Finance Corporation dari Amerika Serikat akan bergabung dalam sebuah lembaga investasi bentukan Indonesia untuk mendanai pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan proyek petrokimia di Indonesia.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan bilateral di Singapura, 20 Februari 2017. (Facebook/Lee Hsien Loong)

Prihatin atas krisis ekonomi akibat Covid-19, presiden Israel minta gajinya dipotong 10 persen

Pemerintah Israel kemarin memutuskan memotong gaji semua anggota kabinet, termasuk perdana menteri, dan seluruh anggota Knesset.

Perusahaan-perusahaan terdaftar dalam bursa paralel Nomu, diluncurkan di Arab Saudi pada 26 Februari 2017. (Supplied)

Investor UEA tanam modal di perusahaan teknologi keuangan asal Israel

Tapi Al-Balusyi tidak memberitahu berapa nilai investasi atau persentase saham dia kuasai di Fintica.

Semangkuk es krim Berlian Hitam dijual seharga Rp 10,5 juta. Es krim ini djual di kedai Scoopi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (www.arabianbusiness.com)

Bursa Berlian Dubai jalin kerjasama dengan Bursa Berlian Israel

Nilai ekspor berlian Israel pada 2003 sebesar US$ 3,6 miliar tahun lalu meningkat menjadi US$ 23 miliar. 

Bandar Udara Internasional Abu Dhabi di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Abu Dhabi Investment Office akan buka kantor di Tel Aviv

Itu bakal menjadi kantor pertama ADIO di luar UEA.





comments powered by Disqus