bisnis

Irak akan hentikan penerbangan dari dan menuju Baghdad

Saat ini terdapat 110 penderita Covid-19 dan sepuluh orang meninggal akibat terinfeksi virus itu. 

16 Maret 2020 12:03

Irak akan menyetop semua penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Baghdad mulai 17 Maret hingga 24 Maret. Langkah ini ditempuh buat mencegah penularan virus corona Covid-19 meluas. 

Pemerintah Irak juga telah menerapkan jam nalam sejak kemarin sampai 22 Maret. 

Saat ini terdapat 110 penderita Covid-19 dan sepuluh orang meninggal akibat terinfeksi virus itu. 

Sejak 6 Maret lalu, Irak melarang pendatang dari Prancis dan Spanyol dilarang memasuki negara Dua Sungai itu.

Selama 8-15 Maret, Baghdad melarangan perdagangan lintas batas dengan Iran dan Kuwait. 

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Arab Saudi buka penerbangan internasional setelah 1 Januari 2021

Warga negara Arab Teluk dan non-Saudi mulai besok memasuki negara Kabah itu dengan syarat memiliki visa kerja, tinggal, atau kunjungan valid.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Empat ribu warga Kuwait tidak bergaji mendaftar buat dapat bantuan fulus

Sebagian besar dari 1,4 juta warga Kuwait bekerja sebagai pegawai negeri. Hanya sepuluh persen menjadi karyawan swasta.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.





comments powered by Disqus