bisnis

Penduduk Saudi buang 557 ribu ton nasi setahun

Nilai makanan dibuang tiap tahun di Arab Saudi adalah Rp 172,4 triliun.

08 April 2020 01:27

Gaya hidup berlebihan membikin orang gampang menghambur-hamburkan makanan. Sebuah penelitian dilakukan the Saudi Grains Organizatuon( SAGO) menyebutkan penduduk di negara Kabah itu membuang 557 ribu to  nasi saban tahun.

Masyarakat Saudi tiap tahun juga membuang 917 ribu ton tepung dan roti, 444 ribu ton daging unggas, serta lebih dari 335 ribu ton sayuran. 

Riset secara nasional itu menunjukkan tiap individu di Saudi membuang hampir 184 ton makanan per tahun. 

Secara keseluruhan, ada 19 jenis makanan dibuang di Saudi saban tahun. Volume makanan dibuang 33 persen dari yang diproduksi dengan nilai 40 miliar riyal (kini setara Rp 172,4 triliun) per tahun. 

 

Dr. Nirit Ofir, Direktur Jenderal Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Israel-GCC. (Screenshot Zoom/Albalad.co)

Hubungan bisnis Saudi-Israel sudah berlangsung selama dua dasawarsa

UEA bisa menjadi jembatan bagi hubungan Israel dengan Saudi dan Indonesia.

Yordania menandatangani perjanjian pembelian air tambahan dari Israel sebanyak 50 juta meter kubik pada 12 Oktober 2021 di Ibu Kota Amman, Yordania. (Rafi Ben Hakun/GPO)

Yordania beli tambahan air sebanyak 50 juta meter kubik dari Israel

Sesuai kesepakatan, Israel tahun ini akan memasok seratus juta meter kubik air ke Yordania seharga US$ 65 sen per meter kubik.

Menteri Dalam Negeri Israel mengunjungi Masjid Syekh Zayid di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 5 Oktober 2021. (Twitter)

Perjanjian bebas visa antara UEA dan Israel berlaku mulai 10 Oktober

UEA dan Israel meneken perjanjian bebas visa Januari tahun ini.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saudi akan rampungkan proyek penambahan kapasitas produksi satu juta barel pada 2027

Aramco berencana memperluas bisnis perdagangan minyaknya menjadi delapan juta barel tiap hari dalam lima tahun mendatang.





comments powered by Disqus