bisnis

Perusahaan petrokimia terbesar Saudi rugi Rp 3,8 triliun di kuartal pertama 2020

Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai Rp 1.042,5 triliun tahun lalu.

06 Mei 2020 06:47

Perusahaan petrokimia terbesar di Arab Saudi, Saudi Basic Industries Corporation (SABIC), rugi 950 juta riyal (kini setara Rp 3,8 triliun) di kuartal pertama tahun ini. Padahal di periode serupa tahun lalu, perusahaan petrokimia terbesar di Timur Tengah ini meraup laba bersih 3,41 miliar riyal (Rp 13,7 triliun).

Berbasis di Ibu Kota Riyadh, SABIC termasuk perusahaan petrokimia terbesar sejagat. Pemerintah Saudi menguasai 70 persen saham di perusahaan ini.

Menurut CEO SABIC Yusuf al-Banyan, kerugian terjadi lantaran penurunan cepat dalam penjualan, sedangkan nilai aset perusahaan jatuh hingga hampir US$ 300 juta (kini setara Rp 4,5 triliun). Dia menambahkan kalau pandemi virus corona Covid-19 belum berakhir, ada kemungkinan SABIC rugi di kuartal kedua bahkan sampai akhir tahun ini.

"Dengan kelebihan pasokan di produk-produk utama kami, selanjutnya akan makin menekan harga dan laba," kata Banyan. Dia mengatakan SABIC akan mengurangi belanja modal 20 persen di masa pandemi Covid-19.

Banyan bilang Saudi Aramco akan merampung pembelian saham mayoritas SABIC di kuartal kedua tahun ini. Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai US$ 69,1 miliar (Rp 1.042,5 triliun) tahun lalu.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saudi akan rampungkan proyek penambahan kapasitas produksi satu juta barel pada 2027

Aramco berencana memperluas bisnis perdagangan minyaknya menjadi delapan juta barel tiap hari dalam lima tahun mendatang.

Saudi Aramco. (Saudi Gazette)

Aramco raup laba bersih Rp 367 triliun di kuartal kedua

Kalau dilihat dari semester pertama tahun ini, laba bersih Aramco meningkat 103 persen dibanding periode serupa tahun tahun lalu, yakni Rp 679,6 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.





comments powered by Disqus