bisnis

Arab Saudi borong saham Boeing, Citigroup, Disney, dan Facebook

PIF telah membeli saham seharga Rp 12,3 triliun di British Petroleum, Rp 10,6 triliun di Boeing, Rp 7,4 triliun di Walt Disney, serta saham senilai Rp 7,8 triliun di Citigroup dan Facebook.

16 Mei 2020 20:05

Lembaga dana investasi milik pemerintah Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF), telah memborong saham senilai miliaran dolar Amerika Serikat di berbagai perusahaan internasional.

Dalam laporan kuartal pertama dilansir kemarin, PIF telah membeli saham seharga US$ 827,8 juta (kini setara Rp 12,3 triliun) di British Petroleum, US$ 713,7 juta (Rp 10,6 triliun) di Boeing, serta US$ 522 juta (Rp 7,8 triliun) di Citigroup dan Facebook.

Selain itu, PIF juga mengakuisi saham senilai US$ 495,8 juta (Rp 7,4 triliun) di Walt Disney Company dan US$ 487,6 juta (Rp 7,2 triliun) di Bank of America Corporation.

Menurut Gubernur PIF Yasir ar-Rumayyan, pihaknya mencari peluang di tengah krisis ekonomi sedang terjadi. "Ada banyak kesempatan seperti di perusahaan penerbangan, energi, dan hiburan," katanya.

PIF juga telah menguasai saham senilai US$ 513,9 juta (Rp 7,6 triliun) di jaringan hotel Marriott International Incorporation dan US$ saham seharga US$ 416,1 juta (Rp 6,2 triliun) di promotor konser Live Natioan Entertainment Incorporation.

PIF sebelumnhya memborong saham di perusahaan minyak Suncor Energy Incorporation, Canadian natural Resources Limited, Equinor ASA, Royal Dutch Shell Plc, Total SA, dan Eni SpA.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perlu empat tahun bagi Emirates buat melayani kembali semua rutenya

Emirates, terbang ke 157 kota di 83 negara sebelum ada pandemi Covid-19, memarkir semua pesawat penumpangnya Maret lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.





comments powered by Disqus