bisnis

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

26 Mei 2020 09:47

Turki dan Israel memulai kembali penerbangan kargo terhenti sejak satu dasawarsa lalu. Di Hari Raya Idul Fitri, Ahad lalu, sebuah pesawat kargo milik maskapai asal Israel El Al mendarat di Istanbul untuk mengambil 24 ton bantuan kemanusiaan dan alat pelindung diri bagi tim medis Amerika Serikat menangani pasien virus corona Covid-19.

Badan penerbangan sipil Turki telah mengizinkan El Al terbang dua kali sepekan dengan rute Tel Aviv - istanbul untuk mengangkut barang. El Al bakal menggunakan pesawat jenis Dreamliner untuk jalur kargo dengan Turki ini.

Di hari sama dengan dibukanya kembali penerbangan kargo Tel Aviv-Istanbul, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melansir sebuah rekaman video menyatakan Israel tidak berhak merampas tanah Palestina. Komentarnya ini muncul menjelang Israel melaksanakan rencana buat menganeksasi semua permukiman Yahudi dan Lembah Yordania di Tepi Barat.

Turki menghentikan penerbangan dari Tel Aviv ke Turki pada 2010, setelah sembilan aktivis pro-Palestina tewas dibunuh pasukan Israel dalam penyerbuan ke kapal misi kemanusiaan Mavi Marmara tengah berlayar ke Jalur Gaza.

Sehabis insiden itu, relasi Turki-Israel memburuk. Namun hubungan diplomatik antara kedua masih dipertahankan.

Sila baca: Israel-Turki sepakat berdamai

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Harga bensin di Arab Saudi naik lagi

Pada April dan Mei lalu harga bensin di negara Kabah itu melorot. 

Pramugari Emirates Airline. (@emirates/Twitter)

Emirates sudah kembalikan uang tiket calon penumpang sebesar Rp 7,2 triliun

Masih ada lebih dari setengah juta calon penumpang Emirates minta dikembalikan duit tiketnya.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates berhentikan lagi staf dan pilotnya

Di awal bulan lalu, Emirates dikabarkan memecat lebih dari seribu pekerjanya, termasuk 700 awak kabin dan 600 pilot.

Peta Arab Saudi. (Arab News)

Arab Saudi berminat beli persenjataan dari Israel

Meski tidak memiliki hubungan diplomatik, sudah bekerjasama dalam bidang keamanan dan intelijen untuk menghadapi pengaruh Iran di Timur Tengah.





comments powered by Disqus